Logo BeritaSatu

Rusia Mulai Referendum di Wilayah Timur Ukraina

Jumat, 23 September 2022 | 17:33 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Rezim Rusia bergerak cepat untuk melakukan jajak pendapat di wilayah timur dan selatan Ukraina yang mereka duduki sejak dimulainya invasi 24 Februari lalu, untuk mengetahui apakah warga setempat ingin bergabung di bawah kekuasaan Kremlin atau tetap menjadi warga negara Ukraina.

Negara-negara Barat dan Ukraina menyebut referendum ini akal-akalan saja dan diatur untuk memenangkan suara pro-Rusia, sehingga Presiden Vladimir Putin akan punya dasar untuk mengesahkan aneksasi wilayah-wilayah tersebut.

Referendum dimulai dengan pembagian brosur pada Jumat (23/9/2022), lebih cepat dari perkiraan semula. Bisa jadi keputusan ini diambil karena pasukan Ukraina mulai bangkit dan sudah merebut kembali sebagian wilayah yang semula diduduki pasukan Rusia.

Para pejabat pro-Rusia di empat wilayah pendudukan -- dua di timur dan dua di selatan Ukraina -- mulai melakukan referendum yang akan berlangsung lima hari hingga 27 September.

Menurut media di Rusia, referendum dilakukan secara door-to-door di mana petugas pemilihan mendatangi setiap rumah di wilayah pendudukan dengan membawa kotak suara.

Petugas pro-Rusia sudah mulai membagikan selebaran bertuliskan “Rusia adalah masa depan”.

Tempat pemungutan suara hanya akan dibuka pada hari kelima nanti. Pada 27 September, akan dibuka ratusan TPS meskipun warga dan pengungsi termasuk mereka yang berada di Rusia bisa memberikan suara secara daring.

Jika aneksasi lewat referendum “berhasil”, Rusia akan punya dasar untuk mempertahankan wilayah-wilayah itu dari serangan Ukraina dan membalas negara-negara Barat yang memasok senjata untuk tentara Ukraina.

Hal seperti ini bisa meningkatkan skala perang secara drastis, dari sekarang ini yang disebut Rusia sebagai “operasi militer khusus”.

Rabu lalu Putin sudah menegaskan akan menggunakan “semua cara” yang dimiliki untuk mempertahankan wilayah Rusia dari serangan negara-negara Barat dan mengatakan: “Ini bukan gertakan!”

Kenapa Rusia melakukan referendum, dan kenapa sekarang?

Serangan balik Ukraina belakangan ini memukul mundur pasukan Rusia di banyak tempat pendudukan, sehingga Kremlin perlu bertindak cepat sebelum wilayah pendudukannya makin tergerus.

Jika memenangkan referendum, Kremlin bisa punya alasan untuk meningkatkan eskalasi perang dan meyakinkan rakyat Rusia untuk mendukungnya.

Kemudian, tambahan 15% wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia akan memberi dasar bagi Kremlin untuk menentang campur tangan NATO dan negara-negara Barat lainnya dalam perang di sana, karena sudah menjadi wilayah Rusia dan akan dianggap sebagai serangan terhadap kedaulatan Rusia secara langsung.

Di dalam negeri, Rusia mengerahkan 300.000 tentara ekstra dari pasukan cadangan -- jumlah yang cukup untuk menjaga perbatasan darat sepanjang 1.000 kilometer.

Belajar dari Crimea
Rusia tampaknya belajar dari pengalaman pendudukan di Semenanjung Crimea di selatan Ukraina. Pada 2014, Rusia mengklaim wilayah itu sebagai miliknya dan mengirim pasukan serta menggelar referendum di sana.

Rusia mengklaim 96,7% warga Crimea ingin bergabung dengan Rusia dan tidak satu butir peluru pun ditembakkan dalam aneksasi tersebut.

Negara-negara Barat tentu saja menilai referendum itu hanya akal-akalan saja dan diatur oleh rezim Kremlin.

Menurut bocoran laporan dari Human Rights Council di Rusia sendiri, hanya 30% warga Crimea yang memberikan suara dan pendukung Rusia tidak sampai separuhnya.

Dalam kasus sekarang, wilayah yang diincar jelas dalam kondisi perang dan tidak semuanya diduduki Rusia.

Rusia menguasai 60% wilayah Donetsk dan hampir seluruh wilayah Luhansk meskipun mereka mulai terdesak oleh pasukan Ukraina.

Legalitas referendum ini jadi pertanyaan karena sebagian besar warga sudah mengungsi. Pemimpin Donetsk yang pro-Rusia, Denis Pushilin, sudah memerintahkan evakuasi massal bahkan sebelum invasi dimulai.

Selain itu juga tidak ada observer yang independen dan sebagian suara diberikan secara daring.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BBC

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rakernas I PKN: Pasek Ingatkan Kader Jangan Turun Gunung

Ketum PKN Gede Pasek Suardika menyemangati ribuan kader untuk bekerja lebih keras agar lolos verifikasi faktual menuju Pemilu 2024.

NEWS | 7 Oktober 2022

Cuaca Ekstrem, BMKG Peringatkan Waspadai Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Wilayah Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada hari ini dan besok.

NEWS | 7 Oktober 2022

3 Siswa MTsN 19 Jakarta Meninggal Tertimpa Tembok Roboh, Menag Beri Santunan

Menag Yaqut Cholil Qoumas menyatakan rasa belasungkawa atas kejadian yang menimpa MTsN 19 Jakarta menyebabkan tiga korban tewas.

NEWS | 7 Oktober 2022

Analisis BPBD DKI, Tembok MTsN 19 Tak Mampu Menahan Air

Berdasarkan hasil kaji cepat sementara oleh BPBD DKI Jakarta, robohnya tembok MTsN 19 Pondok Labu.

NEWS | 7 Oktober 2022

Awas, Cuaca Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Diprediksi Hujan Disertai Petir

Cuaca hari ini, BMKG memprakirakan cuaca Jakarta Selatan dan Jakarta Timur alami hujan disertai petir pada Jumat (7/10/2022) siang.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kemenag Beri Santunan Korban Banjir di MTsN 19 Pondok Labu

Kementerian Agama (Kemenag) akan memberi santunan bagi korban meninggal dunia dan luka-luka akibat banjir MTsN 19, Pondok Labu, Jakarta Selatan

NEWS | 7 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Momen Perdamaian Suporter di Indonesia

Tragedi Kanjuruhan bisa menjadi momen bagi perdamaian suporter dan menghilangkan permusuhan serta kebencian.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kunjungi Korban Musibah MTsN 19, Anies: Peristiwa Ini Pembelajaran

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengunjungi keluarga korban meninggal dunia akibat musibah MTsN 19 Jakarta yang roboh akibat banjir, Kamis malam.

NEWS | 7 Oktober 2022

Anies: Pemprov DKI Akan Perbaiki Fasilitas Gedung MTsN 19

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI akan memperbaiki fasilitas Gedung MTsN 19 yang rusak akibat robohnya tembok.

NEWS | 7 Oktober 2022

Kamis Malam, Anies Kunjungi Korban Tembok Roboh MTsN 19

Anies mengatakan sebelumnya Wali Kota Jakarta sudah mendatangi lokasi dan bertemu dengan keluarga korban MTsN 19. 

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi tak salami kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Minyak Naik karena Pemotongan Produksi OPEC+

Harga Minyak Naik karena Pemotongan Produksi OPEC+

EKONOMI | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings