Logo BeritaSatu

Tiga Negara Ancam Penjarakan WarganyaJika Bertempur di Ukraina

Jumat, 23 September 2022 | 19:26 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Bishkek, Beritasatu.com- Tiga negara tetangga Rusia yakni Kazakhstan, Kirgistan, dan Uzbekistan, mengancam warganya dengan hukuman penjara jika bertempur dalam perang Ukraina. Seperti dilaporkan Newsweek, Kamis (22/9/2022), ancaman itu disebarluaskan beberapa jam setelah Moskwa mengumumkan akan membuka pusat rekrutmen militer untuk pejuang asing.

Kedutaan Kirgistan di Rusia memperingatkan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa warganya yang tinggal di sana akan menghadapi tanggung jawab pidana untuk pertempuran di Ukraina, dan dapat menjalani hukuman 10 tahun penjara sebagai hukuman.

"Keikutsertaan warga Republik Kirgistan dalam permusuhan di wilayah negara asing dapat dihukum penjara hingga sepuluh tahun dengan penyitaan properti," kata pernyataan dari kedutaan.

Secara terpisah, kedutaan Uzbekistan di Rusia memperingatkan warganya untuk tidak membentuk batalyon sukarelawan atau berpartisipasi dalam perang, dengan mengatakan bahwa mereka yang melakukannya dapat menghadapi 10 tahun penjara. Di Kazakhstan, bergabung dalam pertempuran di Ukraina dapat dihukum dengan hukuman penjara lima sampai sembilan tahun.

Pada Rabu, Presiden Rusia Vladimir Putin memanggil 300.000 tentara cadangan untuk berperang, dalam mobilisasi parsial pertama negara itu sejak Perang Dunia II. Dalam pidato, Putin mengatakan bahwa tentara cadangan dan mantan personel militer dengan "spesialisasi militer tertentu dan pengalaman yang relevan" akan dikenakan wajib militer.

Politisi di Rusia meloloskan undang-undang pada Selasa (20/9) yang mengatakan bahwa warga negara dan warga negara ganda yang meninggalkan selama masa perang dapat menghadapi hingga 10 tahun penjara.

Mikhail Kasyanov, perdana menteri pertama kepresidenan Putin, mengatakan kepada Newsweek dalam satu wawancara yang diterbitkan pada Kamis (22/9) bahwa keputusan presiden pada akhirnya akan mengarah pada penggulingannya.

Pengumuman itu memicu puluhan protes di kota-kota Rusia, yang menyebabkan lebih dari 1.300 penangkapan karena menentang perang, menurut kelompok pemantau protes independen OVD-Info.

Monitor menyyatakan bahwa lebih dari 1.311 orang telah ditahan di 38 kota Rusia pada Rabu malam, termasuk setidaknya 502 di Moskwa dan 524 di St Petersburg, kota terpadat kedua di Rusia.

Demonstrasi ini adalah protes anti-perang nasional pertama sejak pertempuran di Ukraina dimulai pada akhir Februari. Kantor kejaksaan Moskwa telah memperingatkan bahwa mengorganisir atau berpartisipasi dalam protes dapat menyebabkan hingga 15 tahun penjara.

Setelah Putin membuat pengumuman mobilisasi parsial, rekaman media sosial muncul menunjukkan ribuan orang Rusia di perbatasan Finlandia mencoba melarikan diri dari negara itu.

Surat kabar daring Rusia Lenta melaporkan penerbangan dari Rusia ke Armenia, Turki dan Georgia terjual habis dalam beberapa menit setelah pengumuman Putin.

"Semua tiket untuk penerbangan langsung ke Istanbul dan Yerevan terjual habis dalam beberapa menit setelah pidato Putin," tulis publikasi itu di Twitter, berbagi tangkapan layar halaman yang menunjukkan tidak ada lagi tiket penerbangan yang tersedia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

ICW Desak KPK Beri Ultimatum Jemput Paksa ke Lukas Enembe

ICW mendesak KPK segera mengirimkan ultimatum penjemputan paksa ke Gubernur Papua Lukas Enembe

NEWS | 26 September 2022

Anies Hormati Kebijakan Partai Usung Calon Pilpres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghormati kebijakan partai untuk mengusung calon yang akan maju pada Pilpres 2024

NEWS | 26 September 2022

5 Penyelamat Tewas Saat Topan Kuat Noru Melanda Filipina

Lima orang penyelamat tewas di Filipina setelah mereka dikirim ke wilayah yang terendam banjir selama topan kuat Noru melanda Filipina.

NEWS | 26 September 2022

Satgas PMK: 3 Juta Ekor Hewan Ternak Telah Divaksin

Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) menyatakan 3.038.262 ekor hewan telah menjalani vaksinasi PMK.

NEWS | 26 September 2022

KPK Bakal Telusuri Dugaan Pencucian Uang Lukas Enembe Terkait Judi

KPK membuka peluang untuk menelusuri dugaan pencucian uang oleh Gubernur Papua Lukas Enembe yang terkait dengan perjudian.

NEWS | 26 September 2022

PM Malaysia Ismail Sabri Minta Sekjen PBB Hilangkan Hak Veto

PM Malaysia Ismail Sabri bertemu dengan Sekjen PBB António Guterres kembali meminta pimpinan organisasi dunia itu menghilangkan hak veto.

NEWS | 26 September 2022

BUMN Startup Day, Jokowi: Tangkap Peluang dengan Teknologi

Pada BUMN Startup Day, Presiden Jokowi mengatakan krisis pangan adalah suatu masalah besar yang bisa dipecahkan dengan teknologi.

NEWS | 26 September 2022

Jokowi Optimistis Teknologi Digital Jadi Solusi Krisis Pangan

Presiden Jokowi optimistis teknologi digital akan menjadi solusi untuk menyelesaikan krisis pangan di berbagai negara di dunia

NEWS | 26 September 2022

Sultan Ground Bisa Dimanfaatkan Bukan untuk Tambang

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan Sultan Ground bisa dimanfaatkan tetapi bukan untuk pertambangan

NEWS | 26 September 2022

Mutasi Polri, Kapolres Jaksel Dijabat Kombes Ade Ary

Salah satu jabatan di Polri yang dirotasi yaitu Kapolres Metro Jakarta Selatan dan saat ini dijabat oleh Kombes Ade Ary Syam Indradi.

NEWS | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Modal Ventura di Bawah BUMN Sudah Investasi di 336 <em>Startup</em>

Modal Ventura di Bawah BUMN Sudah Investasi di 336 Startup

EKONOMI | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings