Logo BeritaSatu

3 Napi Lapas Samarinda Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

Sabtu, 24 September 2022 | 16:28 WIB
Oleh : Fuad Iqbal Abdullah / FFS

Samarinda, Beritasatu.com - Sebanyak empat orang narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Samarinda Kalimantan timur, terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit usai menggelar pesta minuman keras atau miras oplosan di dalam lapas, pada Jumat (23/9/2022) malam. Dari empat narapidana itu, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia tewas, dan seorang lainnya hingga kini masih kritis usai menenggak miras oplosan.

Tim inafis dari Polresta Samarinda, langsung dikerahkan menuju Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie Samarinda untuk melakukan autopsi dan penyelidikan terkait penyebab kematian ketiga korban.

Advertisement

Kepala Lapas Kelas 2A Samarinda, Muhamad Ilham mengatakan keempat narapidana atau warga binaan ini sempat mengalami kejang-kejang sebelum dilarikan ke rumah sakit. Diduga kuat, gejala itu terjadi setelah mereka menenggak miras oplosan di dalam sel tahanannya.

"Iya betul, ada kejadian itu. Sebelumnya mereka kami larikan ke rumah sakit, mereka sempat mengalami kejang-kejang lantaran diduga menenggak minuman keras oplosan di dalam sel tahanan," kata Kepala Lapas Kelas 2A Samarinda, Muhamad Ilham saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu pagi (24/9/2022).

Muhammad Ilham menjelaskan dari hasil penyelidikan internal, petugas lapas menemukan barang bukti berupa botol minuman alkohol yang berasal dari hand sanitizer yang dicampur minuman sasetan. Dari temuan itu, kuat dugaan ke empat narapidana itu nekat mengoplos cairan hand sanitizer dan minuman saset yang mengakibatkan mereka mengalami kejang-kejang.

"Jadi dari penyelidikan internal kami, petugas kami menemukan barang bukti berupa botol yang berbau alkohol. Kuat dugaan mereka menenggak minuman keras yang berasal dari cairan hand sanitizer dicampur dengan bubuk minuman sachet," terang Muhamad Ilham.

Dari total empat narapidana yang dilarikan ke rumah sakit, tiga orang di antaranya meninggal dunia, Ketiga korban yakni Irvan, Rizki, dan Rusmanto. Sedangkan satu narapidana lainnya yang hingga kini masih kritis di ruang ICU rumah sakit diketahui bernama Carlos. Keempat korban itu merupakan tahanan dari kasus narkoba dan juga pencabulan anak di bawah umur.

"Terkait identitas para korban itu terdiri dari korban meninggal dunia bernama Irvan, Rizki, dan Rusmanto, sedangkan yang masih kritis bernama Carlos. Mereka merupakan teman satu sel yang terjerat kasus narkoba dan pencabulan," tegas Muhamad Ilham.

Kini, ketiga jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga masing-masing. Sedangkan satu korban yang masih kritis atas nama Carlos, masih menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie Samarinda dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian dan petugas lapas.

"Untuk tiga korban meninggal dunia telah diserahkan ke pihak keluarga, dan satu korban yang masih kritis saat ini masih dirawat di rumah sakit dengan penjagaan ketat," kata Muhamad Ilham.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jaksa Minta Hakim Tolak Keberatan Teddy Minahasa

Jaksa penuntut umum meminta majelis hakim PN Jakbar menolak eksepsi atau keberatan Teddy Minahasa yang menjadi terdakwa penjualan barang bukti narkoba.

NEWS | 7 Februari 2023

PBNU Dorong Pemimpin Agama Wujudkan Perdamaian Dunia

Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendorong seluruh pemimpin agama mewujudkan perdamaian dunia. 

NEWS | 7 Februari 2023

Polisi Cari Ibu yang Aniaya dan Telantarkan Anaknya di Depok

Polres Metro Depok menyelidiki dan mencari ibu yang diduga menganiaya dan menelantarakan anaknya, Raya Aurel Rahma Visca. 

NEWS | 7 Februari 2023

Update: Gempa Turki Tewaskan 2.300 Orang, Penyelamatan Terus Dilakukan

Otoritas Turki mengkonfirmasi telah terjadi 1.541 korban tewas, dengan 810 korban lainnya dilaporkan di berada di kawasan Suriah, pasca gempa Turki.

NEWS | 6 Februari 2023

PKB Fasilitasi Aeshnina Azzahra Suarakan Keadilan Lingkungan

Jubir Milenial PKB Mikhael Sinaga mengatakan PKB akan memfasilitasi aktivis lingkungan Aeshnina Azzahra (15 tahun) untuk menyuarakan keadilan lingkungan. 

NEWS | 7 Februari 2023

Ayah Kandung Aniaya 2 Anaknya di Cimahi, 1 Meninggal Dunia

Seorang ayah kandung berinisial A menganiaya dua anaknya di Kota Cimahi. Bahkan, akibat penganiayaan itu, satu anaknya meninggal dunia.

NEWS | 7 Februari 2023

Ratusan Ternak Sapi di Sulteng Kembali Terjangkit PMK

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK yang menjangkit hewan ternak di Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir

NEWS | 6 Februari 2023

Mahfud: Pernyataan Pejabat Soal OTT KPK Pengaruhi Indeks Persepsi Korupsi

Opini yang dilontarkan oleh sejumlah pejabat pemerintah tentang operasi tangkap tangan atau OTT KPK turut memengaruhi penurunan Indeks Persepsi Korupsi.

NEWS | 7 Februari 2023

Gempa Turki, Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan rasa duka yang mendalam atas bencana gempa Turki, Senin (6/2/2023).

NEWS | 6 Februari 2023

Hapus Kesan Horor, Mural Hiasi Simpang Lima Rapak Balikpapan

Kawasan Simpang Lima Rapak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memiliki wajah baru berupa lukisan mural yang unik dan menarik.

NEWS | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

OJK Bakal Pangkas 600 BPR dalam Lima Tahun ke Depan

EKONOMI | 42 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE