Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

PDIP Minta Andi Arief Hentikan Opini Soal Utusan Jokowi Bertemu Lukas Enembe

Minggu, 25 September 2022 | 15:13 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW
Gubernur Papua Lukas Enembe.

Jakarta, Beritasatu.com - Politikus PDIP Junimart Girsang meminta Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menghentikan opini sesat yang menyeret nama Presiden Jokowi dalam proses penetapan kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Menurut Junimart, Partai Demokrat sebaiknya taat hukum dengan mendorong Lukas Enembe mengikuti proses hukum.

"Menurut saya, ini mencoba mengulangi untuk kembali membentuk opini sesat. Rakyat sudah cerdas dan tidak pada tempatnya lagi ber-opini tanpa dalil yang tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Junimart Girsang kepada wartawan, Minggu (25/9/2022).

Junimart juga meminta Lukas Enembe agar taat hukum. Terkait desakan sejumlah pihak agar Partai Demokrat mencopot Lukas, Junimart menyerahkan hal tersebut kepada partai berlambang mercy tersebut.

“Ya taat asas dan taat hukum saja. Menyangkut copot mencopot, itu menjadi hak, kebijakan dan kewenangan partai yang bersangkutan,” tandas Junimart.

Lebih lanjut, Junimart mengajak semua pihak mendukung program kerja dari Presiden Jokowi yang pro rakyat. Dia juga mengimbau setiap elemen anak bangsa solid bergerak untuk kesejahteraan rakyat.

"Solid bergerak saja untuk kesejahteraan rakyat, berpolitik itu yang cerdas dan santun,” pungkas Junimart.

Dalam Twitternya, Andi Arief menyebut utusan Jokowi bertemu dengan Lukas Enembe sebelum ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Utusan Jokowi bertemu Lukas dalam rangka menempatkan Paulus Waterpauw sebagai Wakil Gubernur Papua yang sudah kosong. Belakangan, Andi Arief mengatakan, yang bertemu bukan utusan Jokowi, tetapi utusan partai tertentu, tetapi membawa misi Jokowi.

Diketahui, Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi Rp 1 miliar terkait APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua. Lukas Enembe mangkir dari panggilan pertama KPK dan KPK telah mengirimkan surat panggilan kedua kepada Lukas untuk menjalani pemeriksaan pada Senin pekan depan.

Sementara itu, kuasa hukum Lukas, Aloysius Renwarin menyebut kliennya sedang menderita sejumlah penyakit seperti, stroke, gula, ginjal, dan lainnya. Dia tidak bisa memastikan apakah pada Senin pekan depan Lukas akan datang ke KPK guna memenuhi panggilan penyidik.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI