Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Lukas Enembe, KSP Tegaskan Tak Ada Kaitan dengan Politik

Minggu, 25 September 2022 | 17:51 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM
Tim Dokter Gubernur Papua melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe di kediamannya, Rabu, 14 September 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Theo Litaay merespons pernyatan Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief yang menyebutkan adanya utusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Gubernur Papua Lukas Enembe sebelum ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi. Theo menegaskan bahwa kasus Lukas Enembe murni kasus hukum dan tidak ada kaitannya dengan hal lain termasuk masalah politik.

"Ini bukan bukan keputusan politik, tetapi ini murni hukum. Karena ini kan kasus yang sudah lama dilaporkan ke penegak hukum, sudah dilaporkan ke KPK sejak tahun 2020, yang melapor PPATK karena dia mengawasi lalu lintas perbankan, transaksi keuangan," ujar Theo kepada wartawan, Minggu (25/9/2022).

Theo pun berharap semua pihak membatasi pembahasan kasus Lukas Enembe pada ranah hukum dan tidak dibawa ke ranah politik. Pasalnya, jika dibawa ke ranah politik, maka bisa membuat masyarakat salah persepsi.

"Jangan diperluas ke ranah politik seperti yang dilakukan beberapa pihak. Karena pertama, tidak terkait tipikornya. Kedua nanti menimbulkan salah paham persepsi di masyarakat yang kemudian menambah masalah baru dan tidak menyelesaikan masalah lama," ungkap dia.

Selain itu, kata Theo, politisasi kasus tersebut akan merugikan tersangka karena pembelaannya tidak akan maksimal.

"Kalau ada yang ingin membela tersangka, sebaiknya pembelaan dilakukan dalam batas-batas hukum, jangan diperluas ke ranah politik. Yang kasihan tersangka juga, tidak optimal pembelaannya kalau semuanya dibawa ke ranah politik. Sebaiknya fokus saja," imbuh Theo.

Lebih lanjut, Theo menegaskan tidak ada utusan Jokowi yang bertemu Lukas Enembe sebelum ditetapkan menjadi tersangka. Apalagi, kata dia, di-framing seolah-olah penetapan tersangka Lukas Enembe karena dia menolak kemauan Jokowi dalam pengisian jabatan wagub Papua yang kosong.

"Tidak ada kaitan masalah korupsi ini dengan yang lain-lain. Ini murni karena bekerjanya sistem perbankan yang terdeteksi oleh PPATK terkait transaksi mencurigakan," pungkas Theo.

Di aku Twitter-nya, Andi Arief menyebut utusan Jokowi bertemu dengan Lukas Enembe sebelum ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Utusan Jokowi bertemu Lukas dalam rangka menempatkan Paulus Waterpauw sebagai wakil gubernur Papua yang sudah kosong. Belakangan, Andi Arief mengatakan, yang bertemu bukan utusan Jokowi, tetapi utusan partai tertentu, tetapi membawa misi Jokowi.

Diketahui, Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi Rp 1 miliar terkait APBD Pemerintah Provinsi Papua. Lukas Enembe mangkir dari panggilan pertama KPK dan KPK telah mengirimkan surat panggilan kedua kepada Lukas untuk menjalani pemeriksaan pada Senin besok.

Sementara itu, kuasa hukum Lukas, Aloysius Renwarin menyebut kliennya sedang menderita sejumlah penyakit seperti strok, gula, ginjal, dan lainnya. Dia tidak bisa memastikan apakah pada Senin besok Lukas akan datang ke KPK guna memenuhi panggilan penyidik.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI