Logo BeritaSatu

Sidang Majelis Umum PBB, Menlu Retno Tawarkan Paradigma Kolaborasi

Selasa, 27 September 2022 | 06:30 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Menlu Retno Marsudi menawarkan paradigma kolaborasi sebagai solusi untuk menghadapi tantangan global. Hal itu disampaikan Menlu Retno saat berpidato di Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-77, di New York, AS, Senin (26/9/2022).

Menurut Retno, Indonesia menyerukan perlunya tatanan dunia yang berdasarkan paradigma baru kolaborasi Paradigma win-win, bukan zero-sum. Paradigma merangkul, bukan memengaruhi (containment). Paradigma kolaborasi, bukan kompetisi adalah solusi transformatif yang dibutuhkan.

“Kondisi saat ini sangat menghawatirkan: pandemi yang berkepanjangan, ekonomi dunia yang masih kelam, perang yang bukan lagi satu kemungkinan, tapi satu kenyataan, dan pelanggaran terhadap hukum internasional yang telah menjadi norma untuk kepentingan sebagian. Krisis pun datang silih berganti, dari pangan, energi, hingga perubahan iklim. Seharusnya dunia bersatu untuk mengatasinya, namun sayangnya, dunia justru terbelah, sehingga menyulitkan kita berupaya mengatasi kondisi ini," katanya.

Retno menjelaskan paradigma baru ini penting karena beberapa alasan, yakni: Pertama, untuk menyalakan kembali semangat perdamaian. Menurut Retno, kurangnya kepercayaan antar-negara (trust deficit) memicu kebencian dan ketakutan, sehingga dapat berujung pada konflik. Hal ini terjadi di berbagai belahan dunia. Untuk itu, trust deficit harus diubah menjadi kepercayaan strategis (strategic trust).

“Ini harus diawali dengan penghormatan terhadap hukum internasional. Prinsip kedaulatan dan integritas wilayah tidak bisa ditawar. Prinsip-prinsip ini harus senantiasa ditegakkan. Penyelesaian masalah secara damai harus menjadi satu-satunya solusi untuk setiap konflik," tegasnya.

Retno menambahkan, paradigma baru ini juga harus diterapkan untuk membuat terobosan dalam mengatasi isu Palestina dan Afghanistan. Dia menegaskan bahwa Indonesia akan terus bersama Palestina dalam perjuangkan kemerdekaannya, sedangkan untuk Afghanistan Indonesia berkomitmen membantu memperjuangkan hak dan akses pendidikan bagi perempuan di Afghanistan.

Kedua, kata Retno, untuk membangkitkan tanggung jawab terhadap pemulihan global. Saat ini, solidaritas global semakin menyurut. Diskriminasi perdagangan terjadi di mana-mana, demikian juga dengan monopoli rantai pasok global. Tata kelola ekonomi global dimanfaatkan untuk kepentingan negara kuat.

Oleh karena itu, kata Retno, dunia menaruh harapan kepada G20. “G20 tidak boleh gagal jadi katalis pemulihan dunia. Kita tidak boleh membiarkan pemulihan global tersandera oleh geopolitik," katanya.

Lebih lanjut, Menlu Retno menambahkan bahwa paradigma baru juga dibutuhkan untuk mencapai Agenda Pembangunan 2030 dan memerangi perubahan iklim.

Ketiga, kata Retno, untuk memperkuat kemitraan regional. Arsitektur regional tidak semestinya digunakan untuk mengurung dan mengalienasi negara tertentu. Arsitektur regional harus dapat mendukung upaya menjaga perdamaian dan stabilitas, bukan justru membahayakannya.

“ASEAN adalah contoh di mana paradigma kolaborasi selalu dikedepankan. Dengan semangat itulah, Indonesia akan memimpin ASEAN sebagai Ketua tahun depan. Indonesia berkomitmen untuk memperkuat persatuan dan sentralitas ASEAN agar ASEAN tetap penting bagi rakyat, kawasan, dan dunia," ujarnya.

ASEAN juga harus menyikapi dengan serius situasi di Myanmar. Indonesia sangat prihatin dengan kurangnya komitmen militer Myanmar dalam menerapkan Five-Point Consensus.

“ASEAN harus terus maju dan tidak tersandera oleh situasi di Myanmar. Dukungan dari komunitas internasional, khususnya negara-negara tetangga Myanmar, sangat penting untuk mengembalikan demokrasi di Myanmar," kata Retno.

Terakhir, Retno menegaskan bahwa paradigma kolaborasi harus menjadi semangat PBB. Pendekatan yang inklusif harus dikedepankan, di mana suara seluruh negara diperlakukan secara setara.

“Suara setiap negara, besar maupun kecil, harus didengarkan di forum PBB. Oleh karena itu, dibutuhkan reformasi PBB dan pembaharuan multilateralisme agar sesuai dengan tuntutan zaman," tegasnya lagi.

“Saya percaya dengan bekerja bersama-sama dan mengadopsi paradigma baru, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua. Sekarang bukan saatnya lagi kita hanya berbicara. Sekarang adalah saatnya bagi kita untuk melakukan apa yang kita sampaikan," tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Elon Musk Ungkap Rekor Sepanjang Masa Pengguna Baru di Twitter

CEO Twitter Elon Musk mengatakan, pengguna baru di platform media sosial yang dimilikinya ini mencapai rekor sepanjang masa.

NEWS | 27 November 2022

Kapolda Jabar Bakal Proses Hukum Pencopot Label Gereja di Posko Gempa Cianjur

Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana memastikan akan memproses hukum pelaku pencopotan label gereja di lokasi pengungsian korban gempa Cianjur. 

NEWS | 27 November 2022

Mayoritas Publik Setuju Kapolri Larang Tilang Manual

Mayoritas publik yang setuju terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melarang anggotanya melakukan tilang manual.

NEWS | 27 November 2022

Kasus Teddy Minahasa Dinilai Bukti Kapolri Tak Pandang Bulu

Kasus peredaran narkoba yang diduga melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa dinilai bukti Kapolri tak memandang bulu dalam menindak anggotanya.

NEWS | 27 November 2022

Anwar Ibrahim Tak Mau Tunjuk Menteri sebagai Bentuk Penghargaan

PM Malaysia Anwar Ibrahim bakal merampingkan kabinet, dan meniadakan kebiasaan menujuk menteri sebagai bentuk penghargaan.

NEWS | 27 November 2022

Aremania Tuntut Keadilan soal Tragedi Kanjuruhan, Malang Lumpuh

Aremania menggelar aksi demonstrasi menuntut keadilan terkait tragedi Kanjuruhan dengan menutup 30 titik jalan. Akibatnya, Malang lumpuh total.

NEWS | 27 November 2022

Catat! Ini Dampak Negatif Menggunakan Earphone Terlalu Lama

Menurut Budi, durasi penggunaan earphone yang terlalu lama dan volume yang terlalu keras dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

NEWS | 27 November 2022

PDIP Serahkan Bantuan untuk Guru dan Pelajar di Kediri

PDIP memberikan bantuan kepada guru-guru dan pelajar di Kediri, Jawa Timur berupa 1.000 unit sepeda dan 2.000 pasang sepatu. 

NEWS | 27 November 2022

Ganjar Pranowo Ungkap Kedekatan Emosional dengan PPP

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengungkap kedekatan emosionalnya dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

NEWS | 27 November 2022

Dokter Rekomendasikan Aturan 60/60 untuk Pengguna Earphone

"Setelah penggunaan earphone selama 60 menit, disarankan melepas gawai dan memberikan jeda untuk telinga beristirahat," jelas dr Budi.

NEWS | 27 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lokananta Jadi Sentra Kreativitas Musisi, Seniman dan UMKM

Lokananta Jadi Sentra Kreativitas Musisi, Seniman dan UMKM

EKONOMI | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE