Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Sidang Etik Brigjen Hendra Dipimpin Wairwasum Polri

Selasa, 27 September 2022 | 17:03 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / BW
Hendra Kurniawan.

Jakarta, Beritasatu.com - Polri sudah membentuk tim sidang kode etik terhadap tersangka obstruction of justice kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Brigjen Hendra Kurniawan. Rencananya, sidang etik itu akan dipimpin oleh Wairwasum (Wakil Inspektur Pengawasan Umum) Polri, Irjen Tornagogo Sihombing.

"Perangkat sidangnya sudah, nanti pimpinan sidangnya wairwasum bintang dua," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (27/9/2022).

Kendati demikian, Dedi belum memerinci kapan digelarnya sidang etik itu. Sebab, saksi kunci yaitu AKBP Arif Rachman Arifin tengah dalam kondisi sakit.

"Saya sudah tanyakan juga kemarin kepada pak Karowabprof, memang sedang dipersiapkan karena saksi kuncinya kemarin hadir sidang atau dalam menjalani pemeriksaan, yang bersangkutan sakit lagi, pascaoperasi lagi memang masih butuh penyembuhan," ucapnya.

Menurut Dedi, apabila nantinya jadwal sidang sudah keluar dan pasti dari Karowabprof atau Kadiv Propam akan kembali diinformasikan.

Diketahui, Polri telah menetapkan tujuh anggota perwira Polri sebagai tersangka karena terbukti melakukan obstruction of justice atau menghalangi penyidikan terkait kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, Brigjen Hendra Kurniawan merupakan saksi kunci terkait kasus menghalangi penyidikan kasus Brigadir J.

"HK ini termasuk saksi kunci yang penting terkait obstruction of justice. HK, kemudian ada Agus Nur Patria, kemudian dia baru memerintahkan yang ke bawah, ini harus diuji dalam persidangan," kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (23/9/2022).

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, tujuh tersangka itu salah satunya mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Dikatakan Dedi, enam tersangka lainnya yaitu mantan Karo Paminal Propam, Brigjen Hendra Kurniawan, mantan Kaden A Ropaminal Divpropam Polri Kombes Agus Nurpatria.

Kemudian, mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri AKBP Arif Rahman, mantan Kasubbag Riksa Baggak Etika Rowabprof Divpropam Polri Kompol Baiquni, dan mantan Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Chuck Putranto, serta mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto.

Mereka diduga melanggar Pasal 49 Juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 Ayat (1) Juncto Pasal 32 Ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

Empat tersangka obstruction of justice telah menjalani sidang etik. Keempatnya yaitu Irjen Ferdy Sambo, mantan Kasubbag Riksa Baggak Etika Rowabprof Divpropam Polri Kompol Baiquni, mantan Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Chuck Putranto, serta mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI