Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Mantan Panglima OPM Minta Lukas Enembe Penuhi Pemeriksaan KPK

Selasa, 27 September 2022 | 20:13 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / JEM
Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring bersama mantan pemimpin OPM Lambert Pekikir menghadiri upacara peringatan HUT Ke-77 RI di Arso, Kabupaten Keerom, Papua. 

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Lambert Pekikir menyorot mangkirnya Gubernur Papua Lukas Enembe dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lambert meminta KPK dapat bersikap tegas. Ia juga mengimbau Lukas untuk mematuhi proses hukum dengan memenuhi pemeriksaan KPK.

“Jika merasa tidak bersalah dan kondisi kesehatan sudah memungkinan, saya minta Lukas Enembe untuk menyerahkan diri untuk diperiksa oleh pihak berwajib. Kalau Enembe tidak bersalah, kita semua rakyat akan berdiri dan tuntut nama baiknya karena dituduh tanpa bukti,” kata Lambert dalam keterangannya, Selasa (27/9/2022).

Lambert menuturkan selama ini Lukas Enembe selalu berbicara kepada rakyat untuk menjadi warga negara yang baik. Menurutnya, Lukas perlu memberikan contoh.

“Pak Enembe kasih contoh, jadi warga negara yang baik itu seperti apa. Kalau tidak bersalah kenapa takut? Kalau takut berarti ada apa-apa. Pakai gerakan massa, lagi. Apakah itu contoh warga negara yang baik?,” tanya Lambert.

Tidak hanya Lukas Enembe, Lambert mengatakan banyak pejabat Papua yang harus diperiksa. Mulai dari tingkat provinsi hingga distrik, bahkan sampai ke kepala kampung di seluruh Papua.

Lambert prihatin dengan dugaan penyalahgunaan uang rakyat yang dilakukan Lukas Enembe. Ia mengatakan menyejahterakan masyarakat menjadi salah satu tujuan bernegara. Sebuah bangsa yang merdeka, kata Lambert, menempatkan rakyat sebagai tujuan. “Kalau uang rakyat disalahgunakan, itu dosa,” ujarnya.

Ia menambahkan Papua saat ini sedang dipimpin oleh orang-orang yang kurang peduli pada kesejahteraan rakyatnya. Karenanya, menurut Lambert sudah sepantasnya KPK memeriksa Lukas Enembe.

Menurutnya, tindakan tegas terhadap Lukas Enembe dan para pejabat daerah Papua yang korup tidak akan berdampak terhadap munculnya gejolak di wilayah Papua secara keseluruhan.

“Saat ini hanya lingkungan keluarga Lukas Enembe saja yang membela Lukas. Masyarakat lainnya sedang menunggu, apakah pemerintah bisa bertindak tegas terhadap Lukas Enembe, dan bagaimana Lukas Enembe dapat membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah,” kata Lambert.

Lambert menjelaskan tentang perbedaan OPM murni dan OPM buatan. Kalau OPM murni, menurut Lambert, memiliki visi dan misi untuk memperjuangkan Papua merdeka. Agendanya berbeda dengan OPM buatan.

“Kalau ada OPM di markas-markas yang angkat senjata tembak orang hanya karena gubernur, hanya karena seorang bupati, itu OPM buatan dia, dia yang kasih makan, supaya bisa tantang negara, karena dia punya pasukan,” tegas Lambert.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI