Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Isu Jokowi Jadi Cawapres Subianto Prabowo, Ini Respons PDIP

Selasa, 27 September 2022 | 22:34 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS
Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai Presiden Joko Widodo bakal tidak mau maju lagi di Pilpres 2024 dengan menjadi cawapres Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Menurut Said, Jokowi bukan tipikal orang yang gila kekuasaan.

"Hemat saya Pak Jokowi tidak serendah itu, beliau punya martabat, beliau punya legacy, dan beliau itu bukan orang yang gila kekuasaan, dan itu tidak mungkin terjadi," kata Said di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Menurut Said, Jokowi sudah memberikan legacy yang luar biasa selama menjadi presiden dua periode. Pencapaian-pencapaian Jokowi akan selalu dikenang masyarakat karena manfaatnya yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan rakyat.

"Legacy Pak Presiden pada 2024 itu akan selalu dikenang oleh publik, masa beliau sudah sedemikian rupa tiba-tiba beliau ditarik untuk jadi wapres, ya tidak mungkin dan tidak masuk akal," ungkap Sadi.

Meski Presiden Jokowi hingga kini belum mengeluarkan pernyataan tegas menolak usulan menjadi cawapres di Pilpres 2024, kata dia, dirinya meyakini kalau yang bersangkutan akan menolaknya.

"Kan tidak perlu setiap ada isu tentang presiden, Presiden harus menanggapi, nah hal-hal yang mustahil ngapain presiden capek-capek menanggapi hal-hal seperti itu," pungkas dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto angkat bicara soal kemungkinan Presiden Joko Widodo menjadi cawapres-nya di Pilpres 2024. Menurut Prabowo, sebagai wacana, dirinya menghormati kemungkinan tersebut

"Semua kemungkinan kita hormati. Ada saja," ujar Prabowo di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022).

Diketahui, isu Jokowi menjadi cawapres sempat mengemuka ke publik usai Jubir MK Fajar Laksono menyebutkan bahwa presiden dua periode tidak dilarang untuk maju menjadi cawapres pada pilpres selanjutnya. Pernyataan tersebut kemudian menjadi polemik soal kemungkinan Presiden Jokowi menjadi cawapres. MK juga memberikan klarifikasi bahwa pernyataan Fajar Laksono tersebut tidak mewakili pandangan institusi MK.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menegaskan jika isu tersebut bukan dari dirinya. Jokowi menjelaskan sudah menjawab dengan tegas soal isu tiga periode. Namun, kemudian muncul isu perpanjangan masa jabatan. Setelah isu itu dijawab, kini muncul isu Jokowi bisa maju sebagai cawapres di Pilpres 2024.

"Sejak awal saya sampaikan bahwa ini yang menyiapkan bukan saya. Urusan tiga periode sudah saya jawab. Begitu saya jawab muncul lagi yang namanya perpanjangan. Juga sudah saya jawab. Ini muncul lagi jadi wapres. Itu dari siapa?," kata Jokowi dikutip dari kanal Youtube Setpres, Jumat (16/9/2022).

Untuk itu Jokowi enggan menanggapi isu dirinya bakal maju di Pilpres 2024, termasuk dengan menjadi cawapres. Hal ini karena isu tersebut bukan dari dirinya.

"Kalau dari saya, saya terangkan, kalau bukan dari saya, saya ndak mau terangkan. Itu saja, terima kasih," kata Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI