Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Brigadir J, AKBP Raindra Disanksi Demosi 4 Tahun

Rabu, 28 September 2022 | 09:47 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / WM
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan Syah telah menjalani sidang etik imbas dari kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Hasilnya, AKBP Raindra dijatuhi sanksi demosi empat tahun.

"Kemudian juga mendapat sanksi mutasi bersifat demosi selama 4 tahun semenjak dimutasikan ke Yanma Polri," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Rabu (28/9/2022).

Dikatakan Ramadhan, AKBP Raindra juga harus meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada pimpinan Polri serta pihak yang dirugikan.

"Dan kewajiban pelanggar juga untuk mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan dan pengetahuan profesi selama satu bulan," ucapnya.

Tidak hanya itu, AKBP Raindra juga dikenakan sanksi administratif yaitu penempatan dalam tempat khusus selama 29 hari dari tanggal 12 Agustus sampai dengan 10 September 2022 di ruang patsus Divpropam Polri. Penempatan dalam tempat khusus tersebut telah dijalani oleh pelanggar.

Sebelumnya, AKBP Raindra Ramadhan Syah tengah menjalani sidang etik pada Selasa (27/9/2022). Hal tersebut imbas dari kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Agenda sidang KKEP hari ini adalah sidang KKEP dengan terduga pelanggar AKBP RRS dilaksanakan pada hari ini Selasa, 27 September 2022 pukul 10.00 WIB di ruang sidang Divpropam Polri Gedung TNCC lantai 1 Mabes Polri," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah dalam keterangannya.

Ada lima saksi yang dihadirkan dalam sidang etik tersebut. Kelimanya yaitu AKBP JRS (Jerry Raymond Siagian), AKBP HZ (Handik Zusen), AKBP HSH, Kompol DKZ (Dermawan Kristianus Zendrato), dan AKP BV (Bhayu Vhishesha).

Dikatakan Nurul, AKBP Raindra diduga tidak profesional dalam menjalankan tugas. Akan tetapi, Nurul belum memerinci ketidakprofesionalan tersebut.

Kemudian, AKBP Raindra diduga melanggar Pasal 13 Ayat 1 PP 1/2003 tentang pemberhentian anggota Polri juncto Pasal 5 Ayat 1 huruf C dan atau Pasal 6 Ayat 1 huruf D dan atau Pasal 11 Ayat 1 huruf A Perpol 7/2022 tentang kode etik profesi dan komisi kode etik Polri.

Diketahui, nama AKBP Raindra sebelumnya sempat masuk dalam 24 personel yang dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram rahasia dengan nomor ST/1751/VIII/KEP./2022 tertanggal 23 Agustus 2022.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI