Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Febri Diansyah Ungkap Ferdy Sambo Menyesali Perbuatannya

Rabu, 28 September 2022 | 18:29 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / BW
Tim kuasa hukum tersangka Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua, Febri Diansyah (kanan), dan Rasmala Aritonang (kiri), memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu 28 September 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Pengacara Putri Candrawathi, Febri Diansyah mengatakan, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menyesali perbuatannya karena bersikap emosional sehingga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tewas.

Hal tersebut disampaikan Febri Diansyah setelah bertemu dengan Ferdy Sambo di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Pak Ferdy Sambo menyesali berada dalam kondisi yang sangat emosional saat itu," kata Febri saat konferensi pers di Hotel Erian, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022).

Febri Diansyah menyatakan siap untuk memberikan pendampingan hukum. Akan tetapi, dengan beberapa syarat, yaitu pendampingan hukum yang diberikan bersifat objektif.

"Saat itu, Pak Ferdy Sambo menyanggupi dan bahkan menegaskan bahwa ia mengakui sejumlah perbuatan yang dilakukan dan siap mempertanggungjawabkannya dalam proses hukum yang objektif dan berimbang," ucapnya.

Diketahui, Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J, yakni Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan satu tersangka sipil bernama Kuat Ma’ruf atau KM.

Keempatnya diduga melakukan pembunuhan berencana, Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Irjen Pol Ferdy Sambo, sedangkan tersangka Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf ikut melihat dan membiarkan peristiwa tersebut terjadi.

Polri juga menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka. Ia diduga mengikuti skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo hingga mengajak Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Brigadir J ke lokasi penembakan yaitu di Rumah Dinas Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Tidak hanya itu, Putri juga berada di lantai 3 saat Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf atau KM ditanya kesanggupannya untuk menembak Brigadir J.

Kelimanya disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI