Logo BeritaSatu

Febri Diansyah Jadi Pembela Putri Candrawathi Bukan karena Dorongan Pihak Lain

Rabu, 28 September 2022 | 19:15 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Dua eks pegawai KPK, yakni Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang, menjadi tim pembela perkara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi karena pilihan profesional dan bukan karena dorongan pihak lain.

"Jadi ini pilihan profesional. Pilihan profesional kami sebagai advokat. Tentu saja apabila kami berbicara soal profesional menjadi advokat sekaligus berbicara dari segi etis," kata Febri Diansyah dalam jumpa pers di Hotel Erian, Jakpus, Rabu (28/9/2022) petang.

Advertisement

Menuru Febri Diansyah, seluruh pengalamannya selama ini, seluruh proses belajar dalam pengalaman kerja dan interaksi selama ini pasti akan mempengaruhi bagaimana ia menjadi kuasa hukum saat ini.

"Mempengaruhi dalam artian misalnya aspek objektivitas bagaimana kami menjaga integritas dalam proses peradilan itu adalah bagian yang krusial yang pasti akan kami jaga. Jadi saya sejak tidak di KPK lagi akhir 2020, saya menjadi advokat bersama dengan teman-teman. Kami punya beberapa pilihan-pilihan dan kesadaran profesional," ucap mantan juru bicara KPK ini.

Di sisi lain Febri Diansyah mengungkapkan bahwa tidak ada dorongan dari pihak manapun ketika menjadi tim kuasa hukum Putri Candrawathi.

Febri Diansyah Jadi Pembela Putri Candrawathi Bukan karena Dorongan Pihak Lain
Tersangka Irjen Ferdy Sambo bersama Putri Candrawathi seusai menjalani proses rekonstruksi, Selasa, 30 Agustus 2022.

Dalam kesempatan yang sama, Rasamala mengatakan bahwa keputusan untuk menjadi tim kuasa hukum ini merupakan keputusan independen dan tidak ada kaitannya dengan dorongan pihak manapun.

"Jadi prinsipnya ini keputusan independen dalam konteks profesi kami sebagai seorang advokat," tuturnya.

Rasamala berharap tim pengacara dapat mengawal perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Nah mudah-mudahan kita bisa kawal semua. Jadi apa yang kami lakukan itu bisa berjalan sesuai dengan profesi kami, jaksa juga diawasi, hakim nanti memutus juga diawasi semua oleh kita gitu, jadi semua bisa berjalan dengan fair, gitu," sambungnya.

Ketika dikonfirmasi sebelum jumpa pers, Rasamala juga mengungkapkan alasan mengapa ia bersedia menjadi pembela Ferdy Sambo.

"Ya, setelah mempertimbangkan berbagai aspek dalam perkara ini saya menyetujui permintaan menjadi penasihat hukum. Pertimbangannya terutama karena Pak Ferdy telah bersedia mengungkap fakta yang sebenarnya yang ia ketahui terkait kasus ini di persidangan nanti. Kedua, adanya berbagai dinamika yang terjadi dari dalam kasus ini termasuk temuan Komnas HAM," kata saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/9/2022).

Rasamala Aritonang merupakan mantan Kepala Bagian Perundang-Undangan KPK. Rasamala Aritonang adalah salah satu dari 57 mantan pegawai KPK yang dinonaktifkan karena tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Ia juga menolak tawaran untuk diangkat menjadi anggota Polri, seperti Novel Baswedan dan kawan-kawan.

Sementara, Febri Diansyah sebelumnya adalah juru bicara KPK. Ketika itu, pernyataan Febri Diansyah di setiap kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) KPK ditunggu wartawan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Petugas Gagalkan Penyelundupan Sabu Cair ke Lapas

Petugas lapas Narkotika Kelas II-A Kota Samarinda, Kalimantan timur, berhasil mengagalkan upaya penyelundupan sabu cair ke dalam lapas.

NEWS | 5 Februari 2023

Oknum Pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang Oplos Beras Pemerintah

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengtakan, oknum pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) diduga mengoplos beras.

NEWS | 5 Februari 2023

BMKG: Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Sulut hingga Senin 6 Februari

BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan di Sulut (Sulawesi Utara) hingga Senin (6/2/2023).

NEWS | 5 Februari 2023

Tahun Ini Pemprov Bali Tambah 469 Titik Wi-Fi Gratis

Pemprov Bali menambah 469 titik Wi-Fi gratis tahun 2023 untuk mendukung perkembangan teknologi informasi, terutama dalam menghadirkan layanan publik.

NEWS | 5 Februari 2023

KKP Hentikan Dua Proyek Reklamasi di Kepri

KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) menghentikan dua proyek reklamasi di Kepri (Kepulauan Riau) milik PT BSSTEC dan PT MPP, Jumat (3/2/2023).

NEWS | 5 Februari 2023

Polres Bandara Ngurah Rai Tahan Pramuantar yang Curi Uang Wisatawan

Polres Bandara Gusti Ngurah Rai menahan seorang pramuantar sebuah maskapai penerbangan karena mencuri uang dalam bagasi penumpang wisatawan.

NEWS | 5 Februari 2023

Perawat Gunting Jari Bayi di RS Palembang, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasus seorang perawat yang diduga menggunting jari kelingking bayi yang sedang dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang diselidiki kepolisian.

NEWS | 4 Februari 2023

Bupati Minta Kasus Penembakan Balon DPD RI Diungkap Tuntas

Bupati Kaur Lismidianto meminta aparat kepolisian mengungkap tuntas kasus penembakan terhadap adiknya Rahiman Dani.

NEWS | 4 Februari 2023

Jaga Lingkungan, Ganjar Adaptasi Go Green di Perencanaan Pembangunan 2023

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengadaptasi konsep go green dalam perencanaan pembangunan Jateng tahun 2023.

NEWS | 5 Februari 2023

Ganjar Pranowo Akan Kembali Naikkan Nominal Bantuan KJS

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berencana menaikkan nominal bantuan KJS di provinsinya.

NEWS | 4 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KKP Hentikan Dua Proyek Reklamasi di Kepri

KKP Hentikan Dua Proyek Reklamasi di Kepri

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE