Logo BeritaSatu

Terbukti Terima Suap, Eks Dirjen Kemendagri Dihukum 6 Tahun Penjara

Rabu, 28 September 2022 | 20:07 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Eks Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochammad Ardian Noervianto dijatuhi vonis enam tahun penjara. Dia terbukti menerima suap dalam pengajuan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur.

“Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama,” ujar Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Ardian turut dijatuhi pidana denda senilai Rp 250 juta. Jika denda tersebut tidak sanggup dibayar, diganti hukuman penjara selama tiga bulan.

Hukuman tersebut lebih ringan dari kemauan jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa sebelumnya menuntut Ardian dihukum delapan tahun penjara dan denda senilai Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.

Kini, Ardian juga dihukum membayar uang pengganti yang bersumber dari korupsi. Nilai uang yang mesti diganti setelah vonis berkekuatan hukum tetap senilai S$ 131 ribu. Jika tidak dibayar paling lama sebulan setelah vonis berkekuatan hukum tetap, harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar ruang pengganti tersebut maka dipidana penjara selama satu tahun,” ungkap Suparman.

Sementara itu, terdakwa berikutnya, yakni eks Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna, Laode M Syukur Akbar, divonis lima tahun penjara. Dia juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dia turut dihukum membayar uang pengganti senilai Rp 175 juta. Jika tidak sanggup membayar, diganti pidana selama tiga bulan penjara.

Majelis hakim berpandangan keduanya terbukti menerima suap bersama-sama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muna Sukarman Loke senilai Rp 2,4 miliar. Uang suap tersebut dimaksudkan demi melancarkan pengurusan dana PEN 2021 Pemkab Kolaka Timur.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Polisi Dalami Keterkaitan Ritual dengan Kematian 1 Keluarga di Kalideres

Polisi tengah mendalami apakah ada keterkaitan ritual dengan kematian 1 keluarga di , Kalideres, Jakarta Barat.

NEWS | 30 November 2022

Ganjar Capres 2024 Dibahas dalam Pertemuan Koalisi Indonesia Bersatu

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) 2024, turut dibahas dalam pertemuan Koalisi Indonesia Bersatu.

NEWS | 30 November 2022

AHY Bertemu Pemimpin Politik dan Pemerintahan Australia

gus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu sejumlah pemimpin politik dan pemerintah Australia dalam rangkaian kunjungan di Sydney, Canberra dan Melbourne.

NEWS | 1 Desember 2022

Airlangga: Koalisi Indonesia Bersatu Masih Sangat Solid

Airlangga Hartarto menegaskan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bentukan Golkar, PAN dan PP masih solid.

NEWS | 30 November 2022

Alasan MK Beri Jeda 5 Tahun Eks Koruptor Maju Caleg

MK telah memutuskan bahwa mantan terpidana harus menunggu jangka waktu 5 tahun baru dapat maju sebagai caleg.

NEWS | 30 November 2022

Persaingan Prabowo dengan Anies Beri Efek Positif ke Ganjar

Persaingan antara figur Prabowo Subianto dengan Anies Baswedan dapat memberi efek positif ke Ganjar Pranowo terkait Pilpres 2024.

NEWS | 30 November 2022

Malaysia Alami Kekurangan Telur, Warga Diminta Jangan Panik

Sejumlah daerah di Malaysia mengalami kekurangan telur, yang membuat pemerintah meminta warga jangan panik dan menimbun telur.

NEWS | 30 November 2022

Mendagri Ungkap Penyebab APBD Rp 278 T Mengendap di Bank

Mendagri Tito Karnavian mengimbau kepala daerah segera menggenjot realisasi belanja APBD dalam satu bulan ke depan.

NEWS | 30 November 2022

Gerindra Beri Catatan, Anies Belum Punya Tiket Pilpres 2024

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade memberi catatan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum punya tiket ke Pilpres 2024 mendatang.

NEWS | 30 November 2022

Ibarat Piala Dunia, Zulhas: Jangan Remehkan Partai Kecil

Zulkifli Hasan alias Zulhas mengibaratkan partai-partai kecil seperti tim sepak bola Arab Saudi dan Jepang yang bsia mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022.

NEWS | 30 November 2022


TAG POPULER

# Putri Candrawathi


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Keluarga Dibunuh di Magelang


# Helikopter Jatuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hilang Dicuri, Motor Anggota Paspampres di Babelan

Hilang Dicuri, Motor Anggota Paspampres di Babelan

NEWS | 1 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE