Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Jadi Tersangka KPK, Lukas Enembe Dinonaktifkan dari Partai Demokrat

Kamis, 29 September 2022 | 11:15 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) menyampaikan tanggapan terkait kasus hukum yang menjerat Gubernur Papua yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Papua Lukas Enembe di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis 29 September 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Papua Lukas Enembe dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Papua. Hal itu mengingat Lukas Enembe telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Untuk itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memaparkan, pihaknya sudah menunjuk pelaksana tugas mengisi posisi Lukas di internal partai.

"Mengingat Pak Lukas berhalangan untuk melaksanakan tugasnya atau nonaktif maka kami menunjuk saudara Willem Wandik sebagai pelaksana tugas Ketua DPD Partai Provinsi Papua," ujar AHY saat jumpa pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

AHY menegaskan, langkah tersebut sesuai dengan Pasal 42 ayat (5) Anggaran Dasar Partai Demokrat. Diungkapkan, Willem merupakan salah satu Wakil Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus merupakan anggota Komisi V DPR.

"Dengan kapasitas dan integritas yang dimiliki, saya berharap Saudara Willem Wandik dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," ujar AHY.

Tidak lupa, AHY juga berpesan agar seluruh kader Partai Demokrat di Papua untuk tetap tenang. AHY mengajak mereka untuk menghormati proses hukum yang tengah dihadapi Ketua DPD nonaktif Partai Demokrat Papua itu.

"Sama-sama kita jaga situasi yang kondusif di tanah Papua yang kita cintai," tutur AHY.

Sebelumnya diketahui, KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Namun, Lukas sudah dua kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK. Terakhir, Lukas Enembe tidak menghadiri pemeriksaan pada Senin (26/9/2022) kemarin dengan dalih sakit.

“Kalau sakit, bagaimana mau datang," kata kuasa hukum Lukas, Stefanus Roy Rening saat jumpa pers di Jakarta.

Stefanus menuturkan, penting agar Lukas disembuhkan terlebih dahulu dari penyakitnya. Setelah itu, baru proses penyidikan bisa kembali dilanjutkan oleh KPK. Dijelaskan, Lukas tengah menderita penyakit ginjal, jantung, hingga diabetes. Untuk itu, dia menekankan supaya Lukas bisa disembuhkan dulu.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI