Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Lukas Enembe Susah Bicara, AHY Akui Ada Kesulitan Komunikasi

Kamis, 29 September 2022 | 11:57 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) menyampaikan tanggapan terkait kasus hukum yang menjerat Gubernur Papua yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Papua Lukas Enembe di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis 29 September 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui menghadapi kesulitan untuk berkomunikasi dengan Gubernur Papua Lukas Enembe. Hal itu tak lepas dari penyakit strok yang diderita Lukas.

Setelah Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), AHY mengaku langsung berupaya menghubungi Ketua DPD nonaktif Partai Demokrat Papua itu. Hal itu dalam rangka menyikapi persoalan hukum Lukas.

"Memang ada kesulitan komunikasi dengan Pak Lukas, karena kondisi beliau yang sedang sakit. Dalam empat tahun ini, Pak Lukas sudah empat kali terkena serangan strok. Sehingga beliau ada keterbatasan dalam berjalan maupun berbicara," kata AHY saat jumpa pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

Namun demikian, AHY bersyukur bisa berkomunikasi dengan Lukas Enembe semalam. Dari komunikasi tersebut serta berkaca pada pengalaman politik di masa lalu, Partai Demokrat, kata AHY, menelaah untuk menentukan sikap terkati persoalan hukum yang dihadapi Lukas Enembe

"Kami melakukan penelaahan secara cermat, apakah dugaan kasus Pak Lukas ini murni soal hukum, atau ada pula muatan politiknya," ungkap AHY.

Soal dugaan muatan politis, AHY menerangkan hal itu tak lepas dari polemik dugaan intervensi dari elemen negara dalam penentuan pasangan Lukas sebagai wakil gubernur Papua yang beberapa kali pernah terjadi. Hanya saja, intervensi tersebut pada akhirnya dapat dihindarkan.

"Kami berpandangan, intervensi dan pemaksaan semacam ini tidak baik untuk kehidupan demokrasi kita," tutur AHY.

AHY menegaskan, pihaknya tidak akan pernah melakukan intervensi terhadap proses hukum dalam wujud apa pun. Namun, AHY menyatakan Partai Demokrat siap memberikan bantuan hukum kepada Lukas jika dibutuhkan.

"Meski demikian, sebagaimana yang menjadi ketentuan dalam organisasi, Partai Demokrat tetap akan menyiapkan tim bantuan hukum, jika dibutuhkan," imbuh AHY.

Sebelumnya diketahui, KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Namun, Lukas sudah dua kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK. Terakhir, Lukas Enembe tidak menghadiri pemeriksaan pada Senin (26/9/2022) kemarin dengan dalih sakit.

“Kalau sakit, bagaimana mau datang," kata kuasa hukum Lukas, Stefanus Roy Rening saat jumpa pers di Jakarta.

Stefanus menuturkan, penting agar Lukas disembuhkan terlebih dahulu dari penyakitnya. Setelah itu, baru proses penyidikan bisa kembali dilanjutkan oleh KPK. Dijelaskan, Lukas tengah menderita penyakit ginjal, jantung, hingga diabetes. Untuk itu, dia menekankan supaya Lukas bisa disembuhkan dulu.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI