Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

PKS Kaget MK Agendakan Putusan PT 20 Persen Tanpa Sidang Pembuktian

Kamis, 29 September 2022 | 13:07 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FFS
Presiden PKS Ahmad Syaikhu bersama Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi saat mendaftar uji materi ketentuan presidential threshold di Gedung MK, Jakarta, Rabu, 6 Juli 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Kuasa Hukum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zainudin Paru mengaku kaget, kecewa, dan sedih dengan hadirnya surat panggilan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait agenda pengucapan putusan uji materi presidential threshold (PT) 20 persen yang akan digelar hari ini, Kamis (29/9/2022). Hal ini karena proses pembuktian belum dilakukan melalui persidangan di MK.

Menurut Zainudin, seharusnya setelah proses sidang pemeriksaan pendahuluan, dilakukan pembuktian atas dalil yang disampaikan PKS sebagai pemohon. Salah satunya dengan menghadirkan ahli yang telah PKS siapkan.

“Ini kok bisa langsung sidang pembacaan putusan. Kami sangat kaget dengan cara kerja MK yang seperti ini,” kata Zainudin Paru melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Zainudin mengingatkan ada asas umum hukum acara dalam sistem peradilan yang melekat kepada MK. Salah satunya adalah asas audi et alteram partem atau hak untuk didengar secara seimbang.

“Asas ini tidak diterapkan karena PKS selaku pemohon belum sepenuhnya didengarkan karena tidak diberi ruang untuk membuktikan permohonan yang disampaikan,” ujar Zainudin Paru.

Lebih lanjut, Zainudin menilai ruang sidang MK seharusnya membuka peluang untuk mendiskusikan mengenai angka presidential threshold (PT) yang rasional dan proporsional dengan melibatkan publik secara luas. Apalagi, ruang tersebut telah tertutup di parlemen, karena usulan PKS untuk memasukan revisi UU Pemilu ke dalam prolegnas prioritas ditolak oleh mayoritas fraksi di DPR.

“Ini seakan-akan PT ini sebagai barang yang haram untuk didiskusikan, termasuk di ruang sidang MK. Padahal, tawaran yang disampaikan oleh PKS berbeda dengan permohonan-permohonan sebelumnya yang menghendaki PT 0 persen, dan berbasis teori ilmiah. Sayang sekali apabila kami tidak diberikan kesempatan untuk membuktikan,” terang Zainudin Paru.

Padahal, lanjut Zainudin, hadirnya PKS sebagai pemohon uji materi UU Pemilu ini merupakan pemenuhan panggilan konstitusional atau constitutional call yang sebelumnya disampaikan oleh MK dalam berbagai putusannya. Dalam putusan-putusan terkait PT 20 persen, permohonan selalu kandas karena dianggap tidak memiliki legal standing karena yang seharusnya maju sebagai pemohon adalah partai politik.

“MK sebelumnya menyatakan hal tersebut dalam putusannya. Dan kami penuhi panggilan konstitusional itu untuk menjawab keresahan masyarakat dengan mengajukan permohonan ini. Namun, kok kami tidak diberi kesempatan untuk melakukan pembuktian terhadap permohonan kami,” jelas Zainudin Paru.

Zainudin menekankan tujuan utama pengajuan uji materi UU Pemilu ini bukan masalah menang atau kalah, melainkan bagaimana angka presidential threshold dapat didiskusikan secara rasional dan proporsional dengan melibatkan masyarakat.

“Apabila diskusi tersebut tertutup di DPR dengan dikeluarkannya revisi UU Pemilu dari prolegnas prioritas, maka seharusnya gunanya peradilan seperti MK yang membuka kembali diskusi tersebut. Ini kok MK justru ikut menutupnya,” tutur Zainudin Paru.

Ia tidak mempersoalkan menang atau kalah, juga tidak mempersoalkan permohonan dikabulkan atau tidak. Namun, PKS lebih melihat bagaimana angka PT dapat didiskusikan secara proporsional dan rasional untuk mencegah sedikitnya kandidat capres dan mengakhiri perpecahan bangsa.

“Jadi, soalnya bukan menang atau kalah, permohonan kami dikabulkan atau tidak. Bukan itu soalnya. Namun, bagaimana angka PT didiskusikan secara proporsional dan rasional untuk mencegah sedikitnya kandidat capres yang disodorkan ke masyarakat dan bagaimana mengakhiri keterbelahan bangsa ini. Itu tujuan kami mengajukan permohonan ini,” tegas Zainudin Paru.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI