Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Presiden Jokowi Sebut Inflasi Sektor Pangan Menakutkan

Kamis, 29 September 2022 | 16:28 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / YUD
Dari kiri ke kanan: Chief Executive Officer SiCepat Ekspres The Kim Hai, Komisaris SiCepat Ekspres Diaz Hendropriyono, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara BUMN Startup Day 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN di ICE BSD, Tangerang Selatan, pada Senin 26 September 2022. 

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa yang paling ditakuti pemerintah saat ini adalah inflasi di sektor pangan, khususnya bahan makanan. Disebutkan, hingga Agustus 2022 sektor pangan menjadi kontributor terbesar bagi inflasi nasional.

“Yang kita takuti saat ini adalah inflasi dari pangan. Bahan makanan. Ini juga menjadi kontributor terbesar hingga Agustus,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda, dan Kajati di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (29/9/2022).

Ia secara khusus mengingatkan kepada seluruh kepala daerah agar bersikap hati-hati dalam penanganan masalah pangan, karena akan berdampak signifikan bagi kehidupan masyarakat.

“Urusan cabai merah, urusan bawang merah, urusan telur ayam. Hati-hati. Urusan tomat, urusan tahu, urusan mie instan, urusan tempe, dan beras. Cek harian, karena setiap hari saya tidak pernah sarapan pagi, tapi diberi sarapan angka-angka,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian yang tinggi. Semua negara menghadapi kesulitan dan ekonomi global juga sangat sulit diprediksi, dikalkulasi arahnya akan kemana, dan penyelesaiannya seperti apa.

“Ini akan terus akan saya ulang-ulang supaya kita sadar dan semuanya punya sense of crisis. Tiap hari, kita mendengar mengenai krisis pangan. Bayangkan ada 345 juta orang di 82 negara menderita kekurangan pangan akut. Dan, ini yang betul-betul mengenaskan. Ada 19.700 orang setiap hari meninggal karena kelaparan,” ujarnya.

Disebutkan, Indonesia patut bersyukur pada bulan Agustus 2022 telah mendapatkan sertifikat pengakuan bahwa Indonesia sudah swasembada beras sejak tahun 2019 dan nilai mempunyai sistem ketahanan pangan yang baik dari International Rice Research Institute (IRRI) didampingi FAO.

“Tapi jangan senang dulu karena dunia penuh dengan ketidakpastian. Krisis pangan, krisis energi. Kita baru saja menyesuaikan harga BBM. Coba dibandingkan di negara lain harga bisa mencapai Rp 32 ribu per liter dan harga Gas naik 500%,” kata Presiden Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI