Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi di G-20

Kamis, 29 September 2022 | 16:37 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD
Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) seusai meninjau Pabrik Aspal PT Wika Bitumen, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, 27 September 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang tertinggi pada kelompok negara G-20. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal II tahun 2022 mencapai 5,44 persen (year on year/yoy). Angka ini menempatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi tertinggi di kelompok negara-negara G-20.

“Kuartal II kemarin bisa tumbuh 5,44 persen. Coba dicari negara G-20 yang tumbuh di atas 5 (persen). Kita ini tertinggi loh di G-20,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Pencapaian ini, diharapkan Jokowi, dapat menimbulkan rasa optimisme untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Meski diakuinya, menghadapi permasalahan tersebut adalah sesuatu hal yang tidak mudah.

“Saya hanya ingin menumbuhkan optimisme, jangan pesimis. Memang yang kita hadapi bukan barang gampang, bukan barang yang mudah. Tetapi kita harus tetap optimis,” tegas Jokowi.

Menurutnya, yang diperlukan Indonesia untuk bisa menghadapi ketidakpastian ekonomi global, maka diperlukan endurance atau ketahanan dalam jangka panjang. Salah satunya adalah melakukan pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan hati-hati, bijaksana, produktif dan harus memunculkan hasil yang jelas.

“Saya selalu sampaikan kepada bu menteri keuangan. Bu, kalau punya uang di APBN kita, dieman-eman. Itu bahasa Inggris dieman-eman, dijaga, hati-hati. Mengeluarkannya harus produktif, harus memunculkan return yang jelas,” ujar Jokowi.

Kehati-hatian dalam pengelolaan APBN harus dilakukan, menurut Jokowi, karena melihat hampir semua negara mengalami pelemahan dalam pertumbuhan ekonominya.

“Terkontraksi ekonominya, tiap hari yang kita dengar krisis energi, minyak, gas, hampir semua negara krisis finansial, pergerakan currency, nilai tukar yang melompat-lompat, baru sehari dua hari karena APBN di UK berimbas ke semua negara,” jelas Jokowi.

Meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan hingga minus 7, namun Jokowi mengatakan kondisi tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain. Seperti nilai tukar yen Jepang mengalami pelemahan minus 25, Tiongkok minus 13, dan Filipina minus 15.

“Ini yang harus kita syukuri, tetapi perlu kerja keras jangka panjang,” tegas Jokowi.

Kembali ia mengingatkan agar terus berhati-hati terhadap krisis pangan global. Saat ini, sudah tercatat sebanyak 345 juta orang di 82 negara menderita kekurangan pangan akut, bahkan ada 19.700 orang meninggal dunia setiap hari karena kelaparan.

“Bapak, ibu masih bisa setiap hari ke restoran. Kita semua Alhamdulillah, kita patut bersyukur, pangan kita juga masih cukup, memberikan kita makan setiap hari,” ujar Jokowi.

Rasa bangga juga diungkapkan Jokowi, ketika Indonesia mendapatkan pengakuan dari International Rice Research Institute pada Agustus 2022 lalu, terkait ketahanan pangan yang dinilai baik dan telah mampu melakukan swasembada beras.

“Ini yang terus kita jaga. Syukur-syukur kita bisa kelebihan produksi yang banyak. Kenapa kita sekarang ingin membangun food station-food station, selain ingin menjaga ketahanan pangan, kita juga bisa membantu negara lain dalam ketahanan pangan, kita ekspor,” terang Jokowi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI