Logo BeritaSatu

Laura Bush Tolak Dukung Iklan Pernikahan Gay

Jumat, 22 Februari 2013 | 09:30 WIB
Oleh : Febriamy Hutapea / B1

Laura meminta agar dirinya dihapus dalam tayangan iklan tersebut.

Washington DC - Kampanye nasional yang dibuat untuk mendukung pernikahan sesama jenis akhirnya menghentikan iklannya yang menampilkan mantan Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Laura Bush ikut mendukung gerakan tersebut.

Laura bersama dengan mantan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell, mantan Wakil Presiden AS Dick Cheney dan Presiden AS Barack Obama ditampilkan dalam iklan terbaru yang dibuat Koalisi Menghormati Pernikahan.

Iklan tersebut seharusnya ditayangkan untuk beberapa minggu, tapi Laura meminta agar dirinya dihapus dalam tayangan iklan tersebut.

Tak perlu menunggu terlalu lama, kelompok aktivis itu pun segera menyetujui dan bahkan langsung menyetop seluruh iklan itu. Padahal, Laura hanya meminta agar iklan berdurasi 30 detik, yang sudah ditayangkan di CNN dan MSNBC, hanya mengedit bagian dirinya saja.

Langkah tersebut berawal saat gabungan kelompok advokasi hak kaum gay dan pernikahan sesama jenis meluncurkan kampanye iklan senilai $1 juta yang menampilkan para selebritis politik dan tokoh terkemukan lainnya.

Dalam iklan itu, Laura ditampilkan paling pertama yang sedang berkata: "Saat pasangan berkomitmen satu sama lain dan saling mencintai, mereka seharusnya diberi hak yang sama yang dimiliki orang lain."

Kutipan pernyataan itu merupakan cuplikan rekaman video Laura saat diwawancari Larry King pada tahun 2010. Namun, tim Laura mengatakan dirinya tidak diberitahu bahwa kutipan pernyataannya itu akan dipakai untuk iklan.

Juru bicara Laura, Anne MacDonald, mengatakan pada Dallas Morning News bahwa mantan ibu negara itu "tidak setuju atas diikutsertakan dirinya dalam iklan tersebut dan dia juga tidak berasosiasi dengan kelompok yang membuat iklan itu."

Mengambil potongan klip dari wawancara atau pidato seseorang untuk dijadikan iklan kampanye adalah hal yang sah saja dilakukan di AS tanpa meminta izin kepada tokoh yang dikutip. Contohnya seperti kutipan Mitt Romney, lawan politik Obama saat pemilu lalu, yang bahkan dijadikan iklan kampanye Obama.

Namun, momen di mana seorang tokoh keberatan untuk dikutip, seperti halnya Laura, merupakan hal yang jarang terjadi.

Koalisi aktivis gay mengatakan iklan mereka menggunakan komentar yang sudah disampaikan ke publik dari para pemimpin AS yang telah menunjukkan dukungan atas pernikahan sipil.

"Kami mengapresiasi pernyataan Mrs. Bush sebelumnya tapi kami memohon maaf jika dia tidak mau diikutsertakan dalam iklan ini," demikian pernyataan aktivis kaum gay.

Koalisi aktivis tersebut akhirnya mengganti iklan Laura dengan pernyataan seorang anggota marinir dan istrinya yang mendukung pernikahan sesama jenis karena adiknya seorang homoseksual. Iklan kampanye dukungan terhadap kaum gay tersebut akan ditayangkan mulai akhir pekan ini.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Washington Post

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

DPR: Pancasila Bukan untuk Dikotomi Nasionalis dan Radikal

Rieke Diah Pitaloka menegaskan Pancasila bukan instrumen untuk mendikotomikan antara kelompok nasionalis dan radikal.

NEWS | 9 Desember 2022

Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Agenda Pembukaan Hakordia 2022

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri agenda pembukaan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 di Bidakara, Jakarta, Jumat (9/12/2022).

NEWS | 9 Desember 2022

Kaesang Jalani Prosesi Siraman, Tak Ada Penutupan Jalan di Area Sekitar

Pernikahan Kaesang, tak ada penutupan arus lalu lintas di Jalan Letjen Suprapto tempat kediaman Presiden Jokowi jelang acara siraman Kaesang Pangarep.

NEWS | 9 Desember 2022

Perguruan Tinggi Dunia Apresiasi Kemendikbudristek Selenggarakan Program IISMA

IISMA adalah salah satu program paling kompetitif dari Kemendikbudristek yang diminati. Tahun ini jumlah pendaftar mencapai 7.500 mahasiswa dari 31 provinsi.

NEWS | 9 Desember 2022

Top News, Wakil Wali Kota Pagar Alam Meninggal dan Kebakaran Gedung Kemenkumham

Berita meninggalnya Wakil Wali Kota Pagaralam, Sumatera Selatan Muhammad Fadli dan kebakaran gedung Kemenkumham paling banyak dibaca.

NEWS | 9 Desember 2022

Soal Motif Bom Bunuh Diri Bandung, Pengamat Singgung ISIS dan KUHP

Pengamat terorisme, Stanislaus Riyanta menyinggung soal ISIS dan KUHP terkait motif Agus Sujatno melakukan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung.

NEWS | 9 Desember 2022

Patahan Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur Belum Pernah Teridentifikasi

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, selama ini patahan Cugenang, pemicu gempa Cianjur, Jawa Barat, belum teridentifikasi.

NEWS | 9 Desember 2022

Aksi Bom Bunuh Diri Bukan Bagian dari Amalan Jihad

Aksi bom bunuh diri seperti bom Bandung itu, menurut Sekum DDI KH Suaib Tahir, bukan bagian amalan jihad.

NEWS | 9 Desember 2022

Hendra Kurniawan Bantah Menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli

Hendra Kurniawan membantah keterangan mantan staf pribadi Ferdy Sambo yang menyebutnya menemui Ferdy Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada 13 Juli 2022.

NEWS | 8 Desember 2022

Eks Napiter Tegaskan Ekonomi Bukan Motif Bom Bunuh Diri

Pujianto alias Raider Bakiyah, mantan narapidana terorisme (napiter) mengatakan ekonomi bukan motif teroris melakukan bom bunuh diri.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DPR: Pancasila Bukan untuk Dikotomi Nasionalis dan Radikal

DPR: Pancasila Bukan untuk Dikotomi Nasionalis dan Radikal

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE