Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Komnas HAM Sebut Kondisi Kesehatan Lukas Enembe Tak Baik

Kamis, 29 September 2022 | 17:17 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / YUD
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyampaikan, pihaknya menyempatkan diri menemui langsung Gubernur Papua Lukas Enembe di kediamannya di Kota Jayapura, Papua, Rabu (28/9/2022). Dia menjelaskan, pada pertemuan tersebut pihaknya berbicara langsung dengan Lukas, pengacara, dokter pribadi, sampai perwakilan DPRD Papua.

“Dalam pertemuan itu kami diberikan penjelasan bahwa kondisi kesehatan bapak Lukas Enembe sedang tidak dalam keadaan baik,” kata Taufan saat menyampaikan pernyataan, disiarkan di akun YouTube Komnas HAM RI, Kamis (29/9/2022).

Lukas diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap dan gratifikasi. Hanya saja, sampai saat ini Lukas belum pernah menghadiri pemeriksaan KPK dengan dalih sakit.

Taufan lalu menerangkan, dokumen-dokumen soal status kesehatan Lukas telah disampaikan dokter pribadi Ketua DPD nonaktif Partai Demokrat itu ke pihak KPK. Pihak Lukas juga berharap dapat tercapai solusi atas penanganan isu kesehatan Lukas.

Diungkapkan pula, pada pertemuan tersebut sempat ada perbincangan via telepon yang diinisiasi oleh pengacara Lukas, Stefanus Roy Rening. Perbincangan tersebut yakni antara Lukas dengan Asep Guntur.

“Bapak Asep Guntur berbicara langsung dengan Bapak Lukas Enembe menjelaskan satu formula penanganan kesehatan yang sudah dipersiapkan oleh KPK,” ucap Taufan.

Hanya saja Taufan mengungkapkan, perbincangan via telepon tersebut belum menghasilkan pemahaman bersama antara kedua pihak. Dia mendorong agar kedua pihak dapat tetap melanjutkan komunikasi secara intensif.

“Kami selanjutnya mendorong kedua belah pihak untuk meneruskan satu komunikasi yang lebih intensif mengenai persoalan penegakan hukum dan masalah kesehatan Bapak Lukas Enembe,” tutur Taufan.

Sebelumnya diketahui, KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Namun, Lukas sudah dua kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK. Terakhir, Lukas Enembe tidak menghadiri pemeriksaan pada Senin (26/9/2022) kemarin dengan dalih sakit.

“Kalau sakit, bagaimana mau datang," kata kuasa hukum Lukas, Stefanus Roy Rening saat jumpa pers di Jakarta.

Stefanus menuturkan, penting agar Lukas disembuhkan terlebih dahulu dari penyakitnya. Setelah itu, baru proses penyidikan bisa kembali dilanjutkan oleh KPK. Dijelaskan, Lukas tengah menderita penyakit ginjal, jantung, hingga diabetes. Untuk itu, dia menekankan supaya Lukas bisa disembuhkan dulu.

Kini, KPK berencana untuk mengirimkan kembali surat panggilan kedua sebagai tersangka kepada Lukas. Untuk itu, KPK berharap Lukas dapat kooperatif.

“Mengenai waktu pemanggilannya kami akan infokan lebih lanjut. Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI