Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Komnas HAM Janji Sampaikan Kondisi Kesehatan Lukas Enembe ke KPK

Kamis, 29 September 2022 | 17:41 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / YUD
Tim Dokter Gubernur Papua melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe di kediamannya, Rabu, 14 September 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan tidak bisa mengintervensi proses hukum Gubernur Papua Lukas Enembe. Hanya saja, Komnas HAM berjanji bakal menyampaikan aspirasi terkait kondisi kesehatan Lukas Enembe kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menuturkan, pihaknya menyempatkan diri menemui langsung Lukas di kediamannya di Kota Jayapura, Papua, Rabu (28/9/2022). Dia menjelaskan, pada pertemuan tersebut pihaknya berbicara langsung dengan Lukas, pengacara, dokter pribadi, sampai perwakilan DPRD Papua.

“Dalam pertemuan itu kami diberikan penjelasan bahwa kondisi kesehatan bapak Lukas Enembe sedang tidak dalam keadaan baik,” ujar Taufan saat menyampaikan pernyataan, disiarkan di akun YouTube Komnas HAM RI, Kamis (29/9/2022).

Lukas diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap dan gratifikasi. Hanya saja, sampai saat ini Lukas belum pernah menghadiri pemeriksaan KPK dengan dalih sakit.

Taufan lalu menjelaskan, dalam pertemuan tersebut sempat sempat ada perbincangan via telepon yang diinisiasi oleh pengacara Lukas, Stefanus Roy Rening. Perbincangan tersebut yakni antara Lukas dengan Asep Guntur membahas soal mekanisme penanganan kesehatan yang telah disiapkan KPK.

Namun demikian, perbincangan tersebut belum menghasilkan pemahaman bersama antara kedua pihak. Dia mendorong agar kedua pihak dapat tetap melanjutkan komunikasi secara intensif dalam membahas kesehatan maupun persoalan hukum Lukas.

Sebelum, hendak meninggalkan kediaman Lukas, Taufan dan rombongan bertemu ratusan warga dari keluarga besar Lukas. Mereka menyampaikan aspirasi kepada Komnas HAM, namun Taufan menekankan tidak bisa melakukan intervensi atas kasus hukum yang dihadapi Lukas.

“Namun terkait dengan kondisi kesehatan dan perawatan kesehatan Bapak Lukas Enembe kami berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada berbagai pihak baik pemerintah maupun KPK,” tutur Taufan.

Sebelumnya diketahui, KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Namun, Lukas sudah dua kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK. Terakhir, Lukas Enembe tidak menghadiri pemeriksaan pada Senin (26/9/2022) kemarin dengan dalih sakit.

“Kalau sakit, bagaimana mau datang," kata kuasa hukum Lukas, Stefanus Roy Rening saat jumpa pers di Jakarta.

Stefanus menuturkan, penting agar Lukas disembuhkan terlebih dahulu dari penyakitnya. Setelah itu, baru proses penyidikan bisa kembali dilanjutkan oleh KPK. Dijelaskan, Lukas tengah menderita penyakit ginjal, jantung, hingga diabetes. Untuk itu, dia menekankan supaya Lukas bisa disembuhkan dulu.

Kini, KPK berencana untuk mengirimkan kembali surat panggilan kedua sebagai tersangka kepada Lukas. Untuk itu, KPK berharap Lukas dapat kooperatif.

“Mengenai waktu pemanggilannya kami akan infokan lebih lanjut. Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI