Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Komnas HAM: Hak Kesehatan Lukas Enembe Harus Diperhatikan

Kamis, 29 September 2022 | 17:56 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / YUD
Gubernur Papua Lukas Enembe.

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan bahwa hak kesehatan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe harus tetap menjadi perhatian semua pihak. Lukas diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Hanya saja, sampai saat ini Lukas belum pernah menghadiri pemeriksaan KPK dengan dalih sakit. Mengenai kasus Lukas, Komnas HAM mengajak semua pihak mulai dari pihak keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan lembaga lainnya untuk menghormati proses hukum di KPK.

“Namun memang tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan dan hak-hak kesehatan dari Bapak Lukas Enembe,” ujar Taufan saat menyampaikan pernyataan, disiarkan di akun YouTube Komnas HAM RI, Kamis (29/9/2022).

Taufan menegaskan, pihaknya tidak akan mengintervensi proses hukum terhadap Lukas yang tengah dilakukan KPK. Dia menekankan, Komnas HAM menghormati KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi di Indonesia.

“Namun memang terkait dengan kondisi kesehatan Lukas Enembe kami berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak-pihak terkait,” ungkap Taufan.

Sebelumnya diketahui, KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Namun, Lukas sudah dua kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK. Terakhir, Lukas Enembe tidak menghadiri pemeriksaan pada Senin (26/9/2022) kemarin dengan dalih sakit.

“Kalau sakit, bagaimana mau datang," kata kuasa hukum Lukas, Stefanus Roy Rening saat jumpa pers di Jakarta.

Stefanus menuturkan, penting agar Lukas disembuhkan terlebih dahulu dari penyakitnya. Setelah itu, baru proses penyidikan bisa kembali dilanjutkan oleh KPK. Dijelaskan, Lukas tengah menderita penyakit ginjal, jantung, hingga diabetes. Untuk itu, dia menekankan supaya Lukas bisa disembuhkan dulu.

Kini, KPK berencana untuk mengirimkan kembali surat panggilan kedua sebagai tersangka kepada Lukas. Untuk itu, KPK berharap Lukas dapat kooperatif.

“Mengenai waktu pemanggilannya kami akan infokan lebih lanjut. Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI