Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Perang Ukraina Masih Sengit, Putin Ngotot Deklarasi Kemenangan

Kamis, 29 September 2022 | 18:11 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA
Pejuang sukarelawan Ukraina menyiapkan peluncur mortir pada posisi di sepanjang garis depan di wilayah Donetsk pada Senin 22 Agustus 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Hampir 9.000 tentara Ukraina tewas sejak invasi Rusia pada 24 Februari, kata panglima tertinggi Ukraina pada 22 Agustus 2022. 

Beritasatu.com – Presiden Rusia Vladimir Putin akan secara resmi menandatangani pencaplokan empat wilayah Ukraina Jumat (30/9/2022) besok menyusul referendum sepihak yang dikecam oleh Ukraina dan banyak negara lain.

Menurut klaim Rusia, hasil referendum selama lima hari “memenangkan” kelompok di wilayah itu yang ingin bergabung dengan Rusia dengan angka 97-99%.

Referendum digelar di Luhansk dan Donetsk di wilayah timur dan Zaporizhzhia dan Kherson di selatan.

Putin dijadwalkan akan menyampaikan pidato di Kremlin terkait pencaplokan wilayah Ukraina.

Di Lapangan Merah Moskwa telah didirikan panggung dengan poster-poster yang menyebut bahwa wilayah-wilayah itu sudah jadi bagian dari Rusia.

Proses ini mirip dengan aneksasi Crimea pada 2014, yang diikuti referendum dan disahkan dengan pidato kemenangan presiden.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menyebut referendum itu sebagai akal-akalan Rusia dengan mengatakan warga di kawasan pendudukan di Ukraina dipaksa keluar dari rumah atau tempat kerja mereka dan kadang-kadang disertai todongan senjata.

"Ini kebalikan dari pemilu yang bebas dan adil. Juga kebalikan dari perdamaian, karena di sana yang terjadi adalah perdamaian yang disetir,” kata Baerbock.

Rerendum mencakup 15% wilayah Ukraina dan diumumkan hanya beberapa hari sebelumnya. Media Rusia berdalih bahwa kehadiran tentara bersenjata saat petugas referendum datang dari rumah ke rumah adalah demi menjaga keamanan, tetapi jelas tindakan itu berdampak pada intimidasi pada pemilih.

Seorang warga seperti dikutip BBC mengatakan dia harus menjawab secara lisan dan kemudian tentara Rusia mencatatnya.

Dengan metode seperti ini, sulit diharapkan ada warga yang berani jujur memilih tetap bersama Ukraina.

Di tengah klaim Putin ini, sesungguhnya tidak semua wilayah itu berada dalam kendali Rusia. Di Donetsk, hanya 60% wilayah yang dikuasai pasukan Rusia.

Saat ini pertempuran sengit antara Ukraina dan Rusia juga masih terjadi di wilayah Kherson.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI