Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Komnas HAM Bertemu Ratusan Warga Sebelum Tinggalkan Rumah Lukas Enembe

Kamis, 29 September 2022 | 18:46 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik bertemu dengan Gubernur Papua Lukas Enembe di kediamannya di Jayapura, Rabu, 28 September 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sempat menyambangi kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe di Kota Jayapura, Papua, Rabu (28/9/2022). Dalam pertemuan tersebut, salah satu yang dibahas adalah kondisi kesehatan Lukas Enembe yang sedang tidak baik hingga tak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK pada Senin (26/9/2022).

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyampaikan, pihaknya sempat menemui ratusan warga sebelum hendak meninggalkan kediaman Lukas Enembe. Ratusan warga tersebut merupakan keluarga besar Lukas.

“Kemudian sebelum meninggalkan kediaman pribadi Bapak Lukas Enembe, kami bertemu dengan ratusan warga dari keluarga besar Bapak Lukas Enembe yang telah beberapa hari berada di depan kediaman Bapak Lukas Enembe,” kata Taufan saat menyampaikan pernyataan, disiarkan di akun Youtube Komnas HAM RI, Kamis (29/9/2022).

Diungkapkan Taufan, ratusan warga tersebut menyampaikan aspirasi kepada Komnas HAM soal proses hukum yang tengah dihadapi Lukas. Ketua DPD nonaktif Partai Demokrat Papua itu diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi oleh KPK.

Namun demikian, kepada para warga, Taufan menyampaikan tidak dapat mengintervensi proses hukum di KPK. Dia menekankan, hal itu merupakan wewenang dari KPK. Hanya saja, dia memastikan Komnas HAM bakal menyampaikan aspirasi soal isu kesehatan Lukas kepada pihak terkait, termasuk KPK.

Lukas diketahui tengah menderita sakit sehingga belum bisa menghadiri agenda pemeriksaan KPK. Taufan menekankan dalam proses hukum kali ini, hak kesehatan Lukas harus tetap diperhatikan.

“Namun terkait dengan kondisi kesehatan dan perawatan kesehatan dari Bapak Lukas Enembe kami berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada berbagai pihak baik pemerintah maupun KPK,” ungkap Taufan.

Sebelumnya diketahui, KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Namun, Lukas sudah dua kali tidak menghadiri pemeriksaan KPK. Terakhir, Lukas Enembe tidak menghadiri pemeriksaan pada Senin (26/9/2022) kemarin dengan dalih sakit.

“Kalau sakit, bagaimana mau datang," kata kuasa hukum Lukas, Stefanus Roy Rening saat jumpa pers di Jakarta.

Stefanus menuturkan, penting agar Lukas disembuhkan terlebih dahulu dari penyakitnya. Setelah itu, baru proses penyidikan bisa kembali dilanjutkan oleh KPK. Dijelaskan, Lukas tengah menderita penyakit ginjal, jantung, hingga diabetes. Untuk itu, dia menekankan supaya Lukas bisa disembuhkan dulu.

Kini, KPK berencana untuk mengirimkan kembali surat panggilan kedua sebagai tersangka kepada Lukas. Untuk itu, KPK berharap Lukas dapat kooperatif.

“Mengenai waktu pemanggilannya kami akan infokan lebih lanjut. Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI