Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Moeldoko Tegaskan Indonesia Bisa Jawab Tantangan Global

Kamis, 29 September 2022 | 19:03 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD
Moeldoko.

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan Indonesia sampai saat ini masih menghadapi tantangan global, yaitu krisis ketahanan pangan, energi, dan keuangan. Guna menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah bekerja keras melakukan berbagai upaya agar masyarakat tidak mengalami krisis pangan, energi, dan resesi. Namun, kerja keras pemerintah tidak akan ada artinya jika masyarakat tidak bisa menjaga soliditas.

“Kita sudah sudah membuktikan saat Covid-19 kemarin. Dengan soliditas yang kuat, kita bisa melewati pandemi dengan baik dan cepat. Kondisi ini pun berlaku saat kita menghadapi tantangan global seperti sekarang,” kata Moeldoko saat memberikan sambutan pada HUT ke-24 Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), di Jakarta, Rabu malam (28/9/2022).

Karena itu, lanjut Moeldoko, jangan ada lagi istilah mayoritas dan minoritas dalam membantu pemerintah menyelesaikan tantangan global tersebut. ”Jadi, jangan ada lagi istilah minoritas atau mayoritas. Kita adalah satu dan harus bahu-membahu untuk Indonesia maju pada 2045,” tegas Moeldoko.

Pada kesempatan itu, Moeldoko mengingatkan ancaman krisis pangan benar-benar nyata. Saat ini ada 19 juta orang di dunia mengalami kurang gizi, dan 394 juta masyarakat global sedang kesulitan dalam sektor pangan.

Kondisi Indonesia, sambung dia, saat ini masih dalam keadaan baik, yakni ketersediaan pangan domestik masih terjaga dan kebutuhan konsumsi nasional tercukupi. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadikan pemerintah dan masyarakat lengah. Terlebih situasi dunia terus berubah sangat cepat. Seperti perubahan iklim dan cuaca serta kondisi geopolitik global.

“Perubahan iklim dan cuaca bisa membuat kondisi gagal panen. Kondisi geopolitik global akhirnya membuat negara-negara produsen pangan menghentikan ekspornya untuk mencukupi kebutuhan domestiknya. Ditambah lagi, adanya kenaikan harga energi yang membuat terjadinya konversi dari pangan ke energi karena kebutuhan kapital,” jelas Moeldoko.

Menghadapi kondisi tersebut, Panglima TNI 2013-2015 ini pun menekankan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan. Diantaranya, melakukan diversifikasi pangan hingga kebijakan politik anggaran untuk ekstensifikasi lahan-lahan pertanian.

“Lalu apa yang bisa dilakukan masyarakat, Presiden Jokowi sudah minta, kita tanam apa saja yang bisa ditanam. Manfaatkan lahan-lahan pekarangan rumah untuk menanam cabai, sayuran, atau lainnya. Supaya tidak teriak-teriak kalau harga cabai naik,” jelas Moeldoko.

Sebelum menutup sambutannya, Moeldoko berharap, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bisa menjadi organisasi penjembatan yang bisa mendekatkan masyarakat di daerah dengan pemerintah. Terlebih, anggota PSMTI tersebar di seluruh Indonesia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI