Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ketua MA Sebut Kasus Hakim Sudrajad Dimyati Momentum Perbaiki Kinerja Peradilan

Jumat, 30 September 2022 | 23:45 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS
M Syarifuddin.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Mahkamah Agung (MA) M Syarifuddin mengajak seluruh jajaran di lingkungan MA dan lembaga peradilan untuk bangkit bersama setelah Hakim Agung nonaktif Sudrajad Dimyati ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara beberapa waktu lalu.

Syarifuddin meminta peristiwa tersebut menjadi mementum untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja lembaga guna meraih kembali kepercayaan masyarakat.

“Kita harus menatap masa depan yang lebih baik lagi. Jadikan kejadian ini sebagai momentum untuk kita bangkit kembali, kita tata kembali, kita maju terus,” kata Syarifuddin dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (30/9/2022).

Syarifuddin mengatakan, kasus dugaan suap yang melibatkan Sudrajad Dimyati dan sejumlah pegawai MA menjadi pukulan sekaligus tantangan bagi lembaga peradilan. Peristiwa itu diakui Syarifuddin menggangu moral aparatur serta membuat pekerjaan terasa lebih berat.

Meski demikian, ia menekankan jajarannya tidak menyerah melainkan tetap semangat mengukir prestasi melalui capaian-capaian yang membanggakan.

“Yang ada di Mahkamah Agung ini, yang ada di daerah, yang ada di pelosok pegunungan, yang ada di tengah laut bertugas, teruslah berjuang tegakkan keadilan itu dengan benar dan adil sesuai dengan hati nurani," ungkapnya.

Syarifuddin juga menegaskan pentingnya menyatukan tekad dan kebersamaan antarsesama insan peradilan. Dikatakan, dua hal itu menjadi kunci utama dalam upaya mewujudkan nilai dan visi bersama kelembagaan.

“Kita perlu untuk menyatukan kembali tekad dan kekompakan dari seluruh jajaran di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya, termasuk para anggota Dharmayukti Karini untuk bersama-sama memperbaiki kembali kondisi yang terjadi saat ini. Karena tanpa kekompakan dan kebersamaan dari kita semua, maka pekerjaan yang kita lakukan hanya akan menjadi sia-sia,” paparnya.

Diketahui, setelah Sudrajad Dimyati ditetapkan KPK sebagai tersangka, Syarifuddin langsung berbenah dan mengambil langkah-langkah konkret. Beberapa di antaranya, memberhentikan sementara Sudrajad Dimyati dan pegawai MA lainnya yang menjadi tersangka, memeriksa atasan langsung para tersangka, meningkatkan kerja satuan tugas khusus pengawasan, dan ikrar penguatan pakta integritas. Ketua MA juga menerapkan kebijakan rotasi dan mutasi besar-besaran pegawai bagi panitera pengganti, ASN, dan staf non-ASN.

Diberitakan, KPK menetapkan Sudrajad Dimyati sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara. Tak hanya Sudrajad, KPK juga menetapkan sembilan orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka, yakni hakim yustisial atau panitera pengganti MA, Elly Tri Pangestu; PNS pada Kepaniteraan MA, Desy Yustria dan Muhajir Habibie; PNS MA, Nurmanto Akmal dan Albasri; pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno; serta swasta atas nama Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Penetapan tersangka ini dilakukan KPK setelah memeriksa secara intensif sejumlah pihak yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Semarang. Sudrajad Dimyati menjadi Hakim Agung MA pertama yang menjadi tersangka KPK.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI