Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Poin-poin Pidato Putin Soal Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 02:08 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA
Dari kiri: dua pemimpin baru yang ditunjuk Rusia untuk wilayah Kherson Vladimir Saldo dan wilayah Zaporizhzhia Yevgeny Balitsky, Presiden Rusia Vladimir Putin, pemimpin separatis Donetsk Denis Pushilin, dan pemimpin separatis Lugansk Leonid Pasechnik menyatukan tangan di Kremlin, Moskwa, 30 September 2022. 

Beritasatu.com – Presiden Rusia Vladimir Putin mengesahkan pencaplokan atau aneksasi empat wilayah di Ukraina yaitu Luhansk dan Donetsk di bagian timur dan Zaporizhzhia dan Kherson di selatan dalam pidato kenegaraan di Kremlin, Jumat (30/9/2022).

Pencaplokan itu didasarkan pada “referendum” selama lima hari yang menurut klaim Rusia hampir 99% pemilih di empat wilayah itu setuju untuk bergabung dengan Rusia.

Untuk dicatat, Ukraina, negara-negara Barat, dan juga sekretaris jenderal PBB tidak mengakui hasil referendum tersebut karena dilakukan di bawah paksaan dan tidak mewakili suara jujur warga setempat.

Namun, dalam pidatonya Putin menegaskan bahwa pencaplokan itu sudah permanen dan tidak bisa dinegosiasikan, dan menyampaikan ke warga di empat wilayah itu: “Selamat datang ke rumah”

Ada dua poin penting dalam pidato Putin, yaitu soal aneksasi empat wilayah di Ukraina dan kebenciannya kepada negara-negara Barat.

Aneksasi empat wilayah
Putin mengatakan empat wilayah Ukraina tersebut -- Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia -- sekarang sudah menjadi bagian dari Rusia.

Rakyat di sana sudah memutuskan, ujarnya.

"Hasilnya sudah diketahui, dan rakyat sudah menentukan pilihan mereka,” kata Putin.

"Saya yakin bahwa Majelis Federal [parlemen] akan mendukung hadirnya empat wilayah baru di Rusia, empat subjek baru di Federasi Rusia karena ini merupakan kehendak jutaan orang," kata Putin yang disambut tepuk tangan meriah.

Infografis wilayah pendudukan Rusia di Ukraina.

Setelah pengumuman ini, hasilnya akan diserahkan ke Mahkamah Konstitusi, dan kemudian dilanjutkan ke State Duma atau DPR Rusia untuk disetujui dan memasukkan empat wilayah baru itu ke dalam teritori dan peta baru Rusia. Prosesnya diperkirakan akan mulus mengingat dominasi Putin di sistem kenegaraan Rusia sekarang.

Putin juga berjanji akan membangun kembali desa dan kota yang hancur di empat wilayah itu, meskipun faktanya Rusia adalah penyebab kehancuran infrastruktur di sana sejak dilakukannya invasi pada 24 Februari lalu.

Putin juga mengatakan dia ingin semua orang di Ukraina dan Barat mendengar keinginan rakyat di kawasan Donbas yang ingin menjadi warga negara Rusia selamanya.

Pemerintah di Kyiv harus menghormati keinginan ini, imbuhnya.

Lalu, dia menegaskan bahwa Rusia akan mempertahankan wilayah yang baru direbutnya dengan semua cara untuk “melindungi dan mengamankan rakyat kami”.

Serang negara-negara Barat
Dalam pidatonya, Putin menuduh negara-negara Barat sebagai bangsa yang tamak, ingin menguasai dunia, dan benci melihat Rusia menjadi negara makmur dan kaya.

Bahkan, menurutnya, Barat ingin menjadikan Rusia sebagai wilayah koloni.

"Mereka tidak mau melihat kita menjadi masyarakat yang merdeka. Mereka ingin melihat kita sebagai sekumpulan budak," klaimnya.

“Mereka tidak butuh Rusia, kita yang butuh Rusia,” kata Putin, lagi-lagi disambut tepuk tangan meriah.

Sejak runtuhnya Uni Soviet, negara-negara Barat tidak berhenti dan terus berusaha menaklukkan Rusia dengan mata uang dan kemajuan teknologi mereka, tuduh Putin.

"Mereka tidak bisa diam ada negara yang kaya seperti kita," sesumbarnya, sembari membeberkan kekayaan mineral dan sumber daya alam Rusia.

Lalu dia mencela militer Amerika yang “brutal” dan mengecam upaya Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang berambisi terus memperluas keanggotaan hingga ke negara-negara yang berbatasan dengan Rusia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI