Logo BeritaSatu

Cerita di Balik Guntur Hamzah Jadi Hakim MK Gantikan Aswanto

Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:10 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK) Guntur Hamzah awalnya mengaku tidak tahu akan menjadi hakim konstitusi usulan DPR untuk menggantikan Aswanto yang dipecat DPR dari jabatannya. Guntur mengatakan, semua berlangsung mendadak.

Hal ini disampaikan mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie usai dirinya bersama 8 mantan hakim konstitusi bertemu langsung Guntur Hamzah di Gedung MK, Jakarta, Sabtu (1/10/2022). "Ternyata dia (Guntur Hamzah) juga mendadak, dia juga tidak tahu. Tiba-tiba dipanggil untuk dalam tanda petik fit and proper test, tanpa tahu siapa yang mau diganti," ujar Jimly usai pertemuan tersebut.

Bahkan pada hari menjelang rapat paripurna DPR, Kamis (29/9/2022), kata Jimly, Guntur Hamzah tidak mengetahui akan mengganti salah satu dari tiga hakim MK yang diusulkan DPR, yakni Arief Hidayat, Aswanto dan Wahidudin Adams. Karena itu, Guntur menghubungi tiga hakim konstitusi tersebut untuk mengetahui hakim yang akan digantikan.

"Sehingga dia (Guntur Hamzah) menghubungi tiga orang hakim yang dari DPR ditanya satu per satu, dilaporkan sama dia. Belum jelas, siapa ini. Nah sampai wartawan memberi tahu bahwa oh ini Pak Aswanto, nah pada kaget semua," ungkap Jimly.

Pasalnya, kata Jimly, jika dari urutan masa jabatan, maka yang diganti terkebih dulu adalah Wahidudin Adams. Sementara Aswanto baru diganti pada Maret 2024. Bahkan Aswanto diganti pada tahun 2023, masih terlalu cepat karena menurut UU Nomor 7 Tahun 2020 tentang Mahkamah Konstitusi, proses pergantian dilakukan 6 bulan sebelumnya.

"Menurut ketentuan UU MK Pasal 23 ayat (4), pemberhentian hakim itu suratnya bukan dari lembaga yang bersangkutan, tetapi dari MK. Jadi kalau tidak ada surat dari MK, nggak bisa diberhentikan. Selain itu, memberhentikan itu ada sebab-sebab yang sudah diatur dalam UU, diberhentikan, meninggal, mengundurkan diri atau selesai masa jabatan," pungkas Jimly.

Diketahui, Guntur Hamzah disahkan DPR sebagai hakim konstitusi menggantikan Aswanto dalam rapat paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9/2022) lalu. Pengesahan itu dilakukan secara tiba-tiba, karena tidak masuk ke dalam agenda rapat paripurna DPR RI pada Kamis.

“Perkenankan kami menanyakan pada sidang dewan terhormat, apakah persetujuan untuk tidak akan memperpanjang masa jabatan hakim konstitusi yang berasal dari usulan DPR atas nama Aswanto dan menunjuk Guntur Hamzah sebagai hakim konstitusi yang berasal dari DPR tersebut, apakah dapat disetujui?" tanya Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin jalannya sidang rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Setuju," jawab para para anggota dewan diiringi ketokan palu.

Pengesahan terhadap Guntur Hamzah sebagai hakim konstitusi, kata Dasco, telah dibahas oleh internal Komisi III DPR RI pada Rabu (28/9/2022). Komisi III DPR memutuskan tidak memperpanjang masa jabatan hakim MK Aswanto.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kutuk Bom Bunuh Diri Bandung, Eks Napiter: Tidak Sesuai Ajaran Islam

Mantan narapidana terorisme (napiter), Muchtar Daeng Lau mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.

NEWS | 8 Desember 2022

Bukan Hajar, Eliezer Tegaskan Ferdy Sambo Perintahkan Tembak Brigadir J

Richard Eliezer atau Bharada E menegaskan Ferdy Sambo memberikan perintah untuk menembak Brigadir J, bukan menghajarnya.

NEWS | 7 Desember 2022

Ismail Bolong Tegaskan Tidak Pernah Bertemu Kabareskrim

Melalui pengacaranya, Ismail Bolong menegaskan tidak pernah bertemu dengan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto terkait kasus tambang ilegal di Kaltim. 

NEWS | 7 Desember 2022

Perwira Polda Banten Dikeroyok di Depan Rumahnya di Serang

Seorang perwira Polri, Ipda MD yang bertugas di Ditkrimsus Polda Banten dikeroyok sekelompok orang di depan rumahnya di Serang, Banten. 

NEWS | 7 Desember 2022

Kesaksian Ferdy Sambo Dinilai Bisa Bebaskan Eliezer

Ronny Talapessy, kuasa hukum Richard Eliezer atau Bharada E menilai kesaksian Ferdy Sambo bisa membebaskan kliennya dari kasus pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 7 Desember 2022

Bom Bunuh Diri Bandung: Kapolri Minta Jajaran Tetap Semangat

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya tetap semangat dalam melayani masyarakat saat menjenguk korban bom bunuh diri.

NEWS | 7 Desember 2022

Bertahan di Pengungsian, Korban Gempa Cianjur Takut Pulang

Para korban gempa Cianjur banyak yang memilih bertahan di pengungsian. Korban gempa Cianjur mengaku trauma dan masih takut untuk pulang ke rumah mereka.

NEWS | 7 Desember 2022

Bantah Tembak Brigadir J, Ferdy Sambo Dicecar Hakim

Ferdy Sambo dicecar oleh majelis hakim PN Jaksel karena terus membantah turut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

NEWS | 7 Desember 2022

Tahanan Polsek Astana Anyar Dipindahkan Usai Bom Bunuh Diri

Pelayanan dan tahanan Polsek Astana Anyar dipindahkan ke Mapolrestabes Bandung usai bom bunuh diri yang menghancurkan Mapolsek Astana Anyar. 

NEWS | 7 Desember 2022

Terpidana Bom Bali I, Umar Patek Bebas Bersyarat Hari Ini

Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham menyatakan, Hisyam bin Alizein alias Umar Patek, terpidana bom Bali I bebas bersyarat mulai hari ini, Rabu (7/12/2022).

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bukan Hajar, Eliezer Tegaskan Ferdy Sambo Perintahkan Tembak Brigadir J

Bukan Hajar, Eliezer Tegaskan Ferdy Sambo Perintahkan Tembak Brigadir J

NEWS | 28 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE