Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Brigadir J, Ferdy Sambo dan Tersangka Lainnya Segera Diadili

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:58 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / JEM
Tersangka Irjen Ferdy Sambo (kiri) bersama Istrinya, yang juga tersangka Putri Candrawathi (kanan) saat rekonstruksi di rumah dinasnya yang menjadi TKP pembunuhan Brigadir J di Jalan Duren Tiga Barat, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta, Selasa 30 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Dua bulan berlalu, kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih terus bergulir sampai saat ini. Perkembangan terbaru, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas perkara Ferdy Sambo dan tersangka lainnya dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J dan obstruction of justice (menghalangi penyidikan) telah lengkap dan artinya para tersangka itu segera diadili.

Diketahui, ada lima tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. Kelimanya adalah Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan satu tersangka dari sipil bernama Kuat Ma’ruf atau KM.

Keempatnya diduga melakukan pembunuhan berencana. Di mana Bharada E diduga menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo, sedangkan tersangka Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf ikut melihat dan membiarkan peristiwa tersebut terjadi.

Polri juga menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka. Ia diduga mengikuti skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo hingga mengajak Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Brigadir J ke lokasi penembakan yaitu di Rumah Dinas Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Tidak hanya itu, Putri juga berada di lantai 3 saat Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf atau KM ditanya kesanggupannya untuk menembak Brigadir J.

Kelimanya disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Sementara itu, ada tujuh anggota perwira Polri ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan obstruction of justice atau menghalangi penyidikan terkait kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap J. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, tujuh tersangka itu salah satunya mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Dikatakan Dedi, enam tersangka lainnya yaitu mantan Karo Paminal Propam, Brigjen Hendra Kurniawan, mantan Kaden A Ropaminal Divpropam Polri Kombes Agus Nurpatria.

Kemudian, mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri AKBP Arif Rahman, mantan Kasubbag Riksa Baggak Etika Rowabprof Divpropam Polri Kompol Baiquni, dan mantan Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Chuck Putranto, serta mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto.

Mereka diduga melanggar Pasal 49 Juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 Ayat (1) Juncto Pasal 32 Ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

Lebih lanjut, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas perkara Ferdy Sambo dan tersangka lainnya dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J maupun obstruction of justice telah lengkap. Oleh karena itu, para tersangka yang terlibat dalam dua kasus tersebut segera disidang atas perbuatannya.

"Persyaratan formal dan materiel telah terpenuhi sebagaimana ditentukan KUHAP," ujar Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana di lobi Gedung Jampidum Kejagung, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Kedua kasus itu digabungkan agar persidangan nantinya berjalan efektif.

“Untuk lebih efektif dalam proses persidangan karena melanggar dua tindak pidana tapi satu tersangka, kita gabungkan dalam satu dakwaan. Pertama dan kedua kumulatif,” kata Jampidum Kejagung Fadil Zumhana di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Ditegaskan Fadil, ketentuan penggabungan perkara tercantum pada Pasal 141 KUHAP. Dia menekankan, dua perkara tersebut akan digabungkan pada satu dakwaan ketika persidangan nantinya.

“Dua tindak pidana digabungkan pakai “dan” berarti dua tindak pidana,” ungkap Fadil.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, pelimpahan tahap kedua tersangka dan barang bukti kasus tewasnya Brigadir J akan dilakukan Senin, 3 Oktober 2022 atau Rabu, 5 Oktober 2022.

"Tentunya setelah ini kami akan mempersiapkan kelengkapan terkait dengan tersangka dan barang bukti untuk kita serahkan kepada kejaksaan yang akan kita laksanakan antara hari Senin ataupun Rabu," kata Sigit saat konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (30/9/2022).

Sementara itu, Kejagung tancap gas dalam menyusun surat dakwaan Ferdy Sambo dan tersangka lainnya di kasus dugaan pembunuhan berencana dan obstruction of justice Brigadir J. Hal itu mengingat berkas perkara para tersangka telah dinyatakan lengkap. Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Fadil Zumhana mengatakan bisa saja surat dakwaan para tersangka dilimpahkan ke pengadilan pekan depan.

“Jadi, kami tidak membuang waktu. Hari ini langsung kami bahas surat dakwaan, hari ini sampai hari Jumat kami mengebut dan bisa saja satu minggu setelah ini kami limpahkan ke pengadilan,” kata Fadil saat jumpa pers di gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Dia memandang jaksa penuntut umum (JPU) sejatinya tidak membutuhkan waktu lama dalam menyusun surat dakwaan para tersangka. Hal itu mengingat JPU juga telah menyusun rencana dakwaan sebelumnya. Kini, JPU hanya perlu menyempurnakan surat dakwaan dari segi tata bahasa sampai kelengkapan unsur serta kronologis suatu tindak pidana.

“Biasanya karena rencana surat dakwaan sudah ada, kami tidak perlu waktu yang lama, karena Kejaksaan Agung saat ini bekerja cepat,” ungkap Fadil.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI