Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

153 Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Cak Imin: Hentikan Kebodohan Kita

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:54 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM
Abdul Muhaimin Iskandar.

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) atau biasa disapa Cak Imin menyampaikan keprihatinan sekaligus duka yang mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur dan menewaskan sebanyak 153 orang. Cak Imin pun meminta agar PSSI sebagai otoritas yang bertanggung jawab dalam ajang sepak bola di Tanah Air melakukan evaluasi secara total.

"Hentikan Hentikan dengan menyiapkan semuanya secara baik dan terencana. Hentikan kebodohan kita. Tidak ada pertandingan sepakbola yang sebanding dengan sebuah nyawa," ujar Cak Imin dikutip dari akun Twitter @cakiminnow, Minggu (2/10/2022).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan bahwa sepak bola tidak boleh lagi mengakibatkan kita kehilangan rasa kemanusiaan. Menurutnya, tragedi Sabtu malam itu menjadi duka bagi bangsa ini. "Indonesia berduka, sepakbola menjadi tragedi. Jiwa harus dijaga," tandas Cak Imin.

Cak Imin juga meminta kepolisian mengusut kemungkinan adanya kesalahan prosedur dalam penanganan chaos yang terjadi di lapangan. "Ini persoalan serius yang harus diusut. Apakah banyaknya jumlah korban jiwa ini akibat kelalaian petugas di lapangan dalam penanganan chaos atau karena sebab lain," tuturnya.

Dalam hal penggunaan gas air mata saat menangani kericuhan suporter bola, sesuai Pasal 19 b dalam aturan FIFA soal pengamanan dan keamanan di stadion, FIFA melarang membawa dan menggunakan senjata api atau gas pengendali massa atau gas air mata.

"Kalau benar aturan FIFA tidak boleh ada gas air mata, aneh kalau pihak keamanan tidak paham standar aturan yang ada maka ini harus diusut tuntas. Jangan sampai ke depan kasus serupa terjadi lagi," katanya.

Cak Imin juga meminta PSSI untuk mengevaluasi total pelaksanaan Liga 1. "Selain soal pengamanan, apakah kericuhan penonton yang terulang lagi ini juga karena ketidaksiapan penitia pelaksana pertandingan atau sebab lain, ini harus dievaluasi," imbuh Cak Imin.

Cak Imin juga tak lupa berdoa bagi korban yang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan tersebut.

"Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Duka mendalam atas tragedi sepak bola di Kanjuruhan Malang yang merenggut korban jiwa. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Kami menyampaikan duka yang mendalam atas insiden ini. Wahai jiwa jiwa yang tenang kembalikan kepada Tuhanmu yang meridhoi," pungkas Cak Imin.

Diketahui, kericuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, usai duel Arema Malang dengan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) malam. Ribuan suporter tuan rumah ngamuk dan masuk ke lapangan usai tim kesayangan mereka dibantai tim tamu dengan skor 2-3.

Berdasarkan informasi yang beredar, sebanyak 153 orang telah meninggal dunia akibat insiden tersebut. Meskipun, informasi resmi polisi baru merilis sebayak 127 orang yang meninggal dunia dan ratusan orang dirawat di sejumlah rumah sakit mulai dari RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, dan beberapa rumah sakit di Kota Malang.

Aparat gabungan Polri dan TNI kemudian menghalau penonton agar keluar lapangan. Dalam proses penanganan kericuhan tersebut, petugas juga menyemprotkan gas air mata.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebut korban yang meninggal di rumah sakit mayoritas nyawanya tak tertolong karena sudah dalam kondisi memburuk setelah kerusuhan yang terjadi. Mereka mayoritas mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan massa sehingga terinjak-injak.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI