Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Suap IMB Apartemen, Eks Wali Kota Yogyakarta Segera Diadili

Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:14 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / JEM
Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti (tengah) berjalan keluar dengan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat 3 Juni 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyerahkan berkas perkara eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti kepada jaksa penuntut umum (JPU). Kini, JPU akan menyusun surat dakwaan serta melimpahkannya ke pengadilan.

“Tim jaksa segera melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan ke pengadilan tipikor (tindak pidana korupsi) dalam waktu 14 hari kerja,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, dikutip Minggu (2/10/2022).

Sidang bakal dilaksanakan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta. Haryadi bakal di sidang bersama terdakwa lainnya yaitu sekretaris pribadi Haryadi sekaligus ajudan, Triyanto Budi Yuwono serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidihartana.

Masing-masing terdakwa ditahan sampai 19 Oktober 2022. Ketiganya ditahan pada lokasi yang berbeda satu sama lain. Haryadi ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih, Triyanto Budi ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur, dan Nurwidihartana ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

KPK menetapkan Direktur Utama PT Java Orient Property, Dandan Jaya Kartika sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen Royal Kedhaton. Dia bersama Vice President Real Estate Summarecon Agung, Oon Nusihono diduga memberikan sejumlah barang mewah ke Haryadi seperti sepeda mewah dan uang tunai minimal Rp 50 juta. Pemberian tersebut dilakukan sebagai tanda jadi adanya komitmen Haryadi untuk “mengawal” pengajuan IMB tersebut.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan eks Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan IMB Apartemen Royal Kedhaton. Selain Haryadi Suyuti, KPK juga menjerat Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana dan sekretaris pribadi Haryadi, Triyanto Budi Yuwono, serta Vice President Real Estate Summarecon Agung, Oon Nusihono.

Dalam kasus ini, Haryadi melalui Triyanto dan Nurwidhihartana diduga menerima suap US$ 27.258 dari Oon untuk memuluskan IMB apartemen Royal Kedhaton yang digarap anak usaha Summarecon Agung, PT Java Orient Property.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI