Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Apa Bahaya Gas Air Mata? Ini Penjelasan Prof Tjandra Yoga

Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:54 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM
Tembakan gas air mata saat kericuhan seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022 malam. Tragedi Kanjuruhan ini menewaskan sekurangnya 127 suporter

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi yang juga Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan ada lima hal tentang gas air mata dan bahaya ataupun efeknya yang perlu diketahui.

Pertama, kata Tjandra Yoga, beberapa bahan kimia yang digunakan pada gas air mata dapat saja dalam bentuk chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), dan dibenzoxazepine (CR).

"Kedua, secara umum dapat menimbulkan dampak pada kulit, mata, dan paru serta saluran napas," kata Tjandra Yoga dalam keterangannya yang diterima Beritasatu.com, Minggu (2/9/2022).

Ketiga, lanjut Tjandra Yoga, gejala akutnya di paru dan saluran napas dapat berupa dada berat, batuk, tenggorokan seperti tercekik, batuk, bising mengi, dan sesak napas.

"Pada keadaan tertentu dapat terjadi gawat napas (respiratory distress). Masih tentang dampak di paru, mereka yang sudah punya penyakit asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), maka kalau terkena gas air mata dapat terjadi serangan sesak napas akut yang bukan tidak mungkin berujung di gagal napas (respiratory failure)," kata Tjandra Yoga.

Keempat, selain di saluran napas, maka gejala lain adalah rasa terbakar di mata, mulut dan hidung. Lalu dapat juga berupa pandangan kabur dan kesulitan menelan. "Juga dapat terjadi semacam luka bakar kimiawi dan reaksi alergi," katanya.

Kelima, walaupun dampak utama gas air mata adalah dampak akut yang segera timbul, ternyata pada keadaan tertentu dapat terjadi dampak kronik berkepanjangan. "Hal ini terutama kalau paparan berkepanjangan, dalam dosis tinggi dan apalagi kalau di ruangan tertutup," kata Tjandra Yoga.

Sebagaimana diketahui, aparat kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata pada tragedi Kanjuruhan pascapertandingan antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas. Banyaknya suporter yang pingsan, membuat kepanikan di area stadion. Sementara para suporter yang membutuhkan bantuan medis tersebut tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI