Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Segera ke Malang, Mantan CEO Arema: Saya Ingin Bersama Aremania

Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:06 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Seorang penonton korban kerusuhan dibawa untuk dievakuasi dalam pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Mantan CEO Arema, Agoes Soerjanto segera bergegas ke Malang, karena ingin bersama-sama dengan Aremania, usai tragedi Kanjuruhan. Agoes yang tengah berada di Jakarta, begitu terpukul dengan peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang.

“Segera saya kembali (ke Malang). Ini duka kita bersama. Saya ingin bersama Aremania,” kata Agoes, Minggu (2/10/2022).

Menurut Agoes, tragedi Kanjuruhan merupakan tragedi nasional. Kepedihan ini pun dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia.

“Jadi ini duka bersama, maka beban ini juga harus atasi bersama-sama. Kita bantu para korban dan keluarganya. Kita songgo (ringankan) beban mereka bersama-sama,” ucap Agoes.

“Saya yakin dengan kita songgo bersama, kita gotong royong bersama, mengurangi duka dan beban korban dan keluarganya akan bisa terlaksana dengan baik,” imbuhnya.

Sebagai orang yang pernah menjadi pucuk pimpinan di Arema, Agoes merasa sangat bersedih dan terus meneteskan air mata. Agoes yang banyak berada di Jakarta, terus mendapat suplai informasi dari banyak pihak, termasuk soal tragedi Kanjuruhan. “Ini benar-benar membikin dada sesak. Sangat memilukan,” tuturnya.

Kesedihan Agoes memang sangat mendalam. Waketum GM FKPPI ini cukup lama bersama Arema. Meski sudah tidak lagi menjadi bagian dari Arema sejak dua tahun lalu, ia masih merasa bersama dengan Arema dan Aremania.

“Jadi ini adalah duka saya juga duka kita bersama. Beban berat ini juga beban kita bersama. Mari kita hadapi dan pikul beban ini bersama-sama,” ucapnya.

Agoes menyerahkan sepenuhnya penanganan tragedi Kanjuruhan kepada pemerintah dan aparat berwenang. “Kita percayakan pada mereka. Pasti bisa menyelesaikan. Kita dukung dan pantau bersama-sama,” tegasnya.

Hal terpenting, dia mengatakan seluruh pihak perlu bersama-sama dan gotong royong untuk mengatasi dan meringankan duka Aremania dan korban tragedi ini. “Ini adalah duka kita bersama. Ini adalah beban kita bersama. Kita selesaikan bersama,” ucapnya.

Diberitakan, insiden tragis pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata di dalam stadion. Karena jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan. Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas.

Banyaknya suporter yang pingsan, membuat kepanikan di area stadion. Banyaknya suporter yang membutuhkan bantuan medis tersebut tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI