Logo BeritaSatu

Ahmad Sahroni Kecam Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:17 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam pengunaan gas air mata dalam kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Sahroni menyatakan peraturan FIFA Pasal 9b, sudah terang benderang melarang gas air mata digunakan dalam pengamanan pertandingan sepak bola.

“Saya minta kapolri tindak tegas oknum aparat yang bertanggung jawab atas penggunaan gas air mata ini. Di luar ada penyebab lain, tindakan sporadis, dan lain-lain juga mesti diusut,” kata Sahroni, Minggu (2/10/2022).

Sahroni menuturkan FIFA tentu memiliki pertimbangan, sehingga melarang pengunaan gas air mata.

“Semua pihak menyesalkan penggunaan gas air mata yang sudah jelas dilarang oleh FIFA dan tidak masuk dalam SOP pengamanan pertandingan sepak bola. Gas air mata bisa memicu kericuhan dan kepanikan yang sangat berbahaya bila terjadi di stadion. Terbukti apabila dilanggar, tragedi inilah (tragedi Kanjuruhan) yang terjadi,” kata politikus Partai Nasdem ini.

Sahroni mengatakan DPR akan segera memanggil para pihak terkait. “Kami segera memanggil pihak-pihak terkait, dari polisi, panitia pelaksana, PSSI, termasuk dari klub. Bukan mencari-cari kesalahan, tetapi untuk menjaga hal serupa tak terjadi,” kata Sahroni.

Pada sabtu malam, 1 oktober 2022, telah terjadi kericuhan di pertandingan sepak bola antara Arena Malang vs Persebaya Surabaya yang berlangsung di stadion Kanjuruhan Malang.

Menurut Sahroni, tragedi Kanjuruhan merupakan tragedi kemanusiaan, sehingga harus mendapat perhatian penuh dari seluruh bangsa. “Saya sebagai pimpinan komisi III secara khusus meminta kapolri untuk memberikan atensi luar biasa terhadap kasus ini. Usut tuntas dan tindak pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

“Kesalahan pasti ada di lebih dari satu pihak, bisa suporter, panita pelaksana dan klub maupun aparat. Semua harus diusut. Namun, hal yang jelas dan telak sudah dilamggar adalah penggunaan gas air mata oleh aparat,” imbuhnya.

Diberitakan, insiden tragis pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022), diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata di dalam stadion. Karena jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan. Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas.

Banyaknya suporter yang pingsan, membuat kepanikan di area stadion. Banyaknya suporter yang membutuhkan bantuan medis tersebut tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bom Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motif “KUHP: Hukum Syirik/Kafir”

Bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, polri masih menyelidiki motif berkaitan dengan tulisan  “KUHP: Hukum Syirik/Kafir”.

NEWS | 7 Desember 2022

Polisi Dalami Tulisan soal KUHP Produk Kafir di Motor Pelaku Bom Bandung

Polisi mendalami tulisan atau pesan soal KUHP di motor pelaku bom Bandung. Pesan itu tertempel pada bagian depan motor.

NEWS | 7 Desember 2022

Motor Berpelat Solo Diduga Dipakai Pelaku Bom Bunuh Diri

Motor yang diduga digunakan pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung, berpelat “AD” atau dari wilayah Solo.

NEWS | 7 Desember 2022

Kapolri Tinjau Lokasi Pasca Bom Bunuh Diri di Bandung

Kapolri tiba di Kantor Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, untuk meninjau situasi pasca-ledakan bom bunuh diri, Rabu (7/12/2022) siang.

NEWS | 7 Desember 2022

Lord Rangga Pernah Jadi Manajer Klub Bola di Brebes

Lord Rangga menghebohkan publik pada 2020 melalui kehadiran Sunda Empire di Bandung, Jawa Barat. Ia kerap membuat pernyataan nyeleneh.

NEWS | 7 Desember 2022

Pelaku Bom Bunuh Diri Bandung, Kapolda: Bawa Dua Bom

Kapolda Jabar mengatakan pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung diduga membawa dua unit bom ke lokasi.

NEWS | 7 Desember 2022

Update Bom Bunuh Diri Bandung: 10 Korban Anggota Polisi dan 1 Sipil

Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Polisi Suntana menyebutkan ada 11 orang yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri.

NEWS | 7 Desember 2022

Waspada, PVMBG: Gunung Semeru Masih Berstatus Awas

PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan aktivitas Gunung Semeru masih ada pada level tertinggi yakni level IV atau Awas.

NEWS | 7 Desember 2022

Bom Bunuh Diri Bandung, Polda Jatim Perketat Penjagaan

Polda Jatim memperketat penjagaan pasca-ledakan bom bunuh diri meledak di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022).

NEWS | 7 Desember 2022

Olah TKP, Benny Ali Lihat Senpi di Pinggang Bharada E

Benny Ali mengungkapkan dirinya sempat melihat adanya senjata api (senpi) masih berada di pinggang Bharada E saat olah TKP kasus pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bom Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motif “KUHP: Hukum Syirik/Kafir”

Bom Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motif “KUHP: Hukum Syirik/Kafir”

NEWS | 19 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE