Logo BeritaSatu

Tragedi Kanjuruhan, Hukum Seberatnya Pihak yang Lalai

Minggu, 2 Oktober 2022 | 18:11 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat sepak bola yang juga Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali meminta segera dibentuk tim gabungan pencari fakta atau tim khusus untuk menginvestigasi tragedi Kanjuruhan. Ditegaskan, pihak yang lalai hingga menyebabkan ratusa orang meninggal dunia dalam kerusuhan usai pertandingan laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan harus dihukum berat.

"Hukum seberat-beratnya kepada pihak-pihak yang lalai, baik itu dalam lingkup di lapangan maupun dalam hukum positif, kenapa? karena di Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Nomor 11 Tahun 2022 yang merupakan penyempurnaan dari UU SKN Nomor 3 Tahun 2005 itu diatur di Pasal 51 soal suporter berhak mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan," tegasnya kepada Beritasatu.com, Minggu (2/9/2022).

Pemerintah dalam hal ini Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali harus menegakkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Salah satunya Pasal 103 yang menyebutkan, "Penyelenggara kegiatan olahraga yang tidak memenuhi persyaratan teknis keolahragaan, kesehatan, keselamatan, ketentuan daerah setempat, keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan publik sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar."

Selain itu, pihak yang lalai dalam tragedi Kanjuruhan juga dapat dijerat dengan Pasal 359 KUHP yang menyatakan, "Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun."

"Ini yang kemudian harus dilakukan yang pertama membentuk tim pencari fakta dan kedua adalah menghukum pihak-pihak terkait serta ketiga PSSI harus segera membuat regulasi suporter," tegas Akmali.

Akmali menyatakan, liga sepak bola di Indonesia harus dihentikan hingga rampungnya proses investigasi tragedi Kanjuruhan yang dilakukan oleh pemerintah dan kepolisian. Dikatakan, liga sepak bola dapat digelar kembali setelah tim investigasi selesai bekerja dan pihak-pihak yang lalai dimintai pertanggungjawabannya secara hukum.

Ditekankan, proses hukum terhadap pihak yang lalai dalam tragedi Kanjuruhan penting dilakukan agar kasus serupa tidak terulang. Hal ini mengingat, sejumlah tragedi di dunia sepak bola Indonesia tidak pernah hingga menjerat pihak yang bertanggung jawab. Jangan sampai nyawa yang hilang dianggap hal yang biasa terjadi di dunia sepak bola Indonesia. Apalagi, hingga kini tercatat lebih dari 130 orang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan.

"Ini berbahaya baik untuk kemanusiaan dan juga untuk sepak bola Indonesia. Karena itu pemerintah dan kepolisian harus turun tangan membentuk tim pencari fakta bersama PSSI, termasuk di dalamnya LSM dan Komnas HAM agar kasus ini bisa diusut tuntas, sehingga kemudian sepak bola kita yang berkabung bisa kembali bangkit dan juga lebih baik dari kasus yang terjadi," ungkap Akmal.

Baca selanjutnya
Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan setidaknya 130 orang menjadi yang tragedi terbesar ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satu Keluarga Tewas di Kalideres, 28 Saksi Sudah Diperiksa

Polda Metro Jaya secara total telah memeriksa 28 orang saksi terkait satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat.

NEWS | 1 Desember 2022

Dibuka, Bursa Kerja Depok Sediakan 2.555 Lowongan Kerja

Bursa kerja yang digelar Pemkot Depok menyediakan sebanyak 2.555 lowongan bagi para pencari kerja.

NEWS | 1 Desember 2022

Polda Metro Jaya Didesak Ungkap Penyebab Satu Keluarga Tewas di Kalideres

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polda Metro Jaya segera mengungkap penyebab satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat. 

NEWS | 1 Desember 2022

Tenda Pengungsian Jadi Tempat Aman Korban Gempa Cianjur

Gempa Cianjur dengan magnitudo 5,6 membuat seratus ribu lebih warga mengungsi karena rumah mereka rusak, menjadikan tenda pengungsian tempat aman bagi mereka.

NEWS | 1 Desember 2022

KLHK Raih Penghargaan Bhumandala Kanaka 2022 dari BIG

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanana (KLHK) meraih penghargaan tertinggi dalam Bhumandala Award 2022 dari Badan Informasi Geospasial (BIG). 

NEWS | 1 Desember 2022

Hari Disabilitas, Anak Berkebutuhan Khusus Lukis Mural di Bus

Memperingati Hari Disabilitas, Transjakarta mengajak anak-anak berkebutuhan khusus melukis mural di bus TransJakarta.

NEWS | 1 Desember 2022

Jaksa Hadirkan Ahli Digital Forensik dari Polri di Sidang Hendra Kurniawan

Jaksa menghadirkan dua ahli digital forensik dari Polri dalam sidang lanjutan obstruction of justice perkara Brigadir J dengan terdakwa Hendra Kurniawan. 

NEWS | 1 Desember 2022

Kebakaran, 4 Lapak Penampungan Barang Bekas di Jakbar Ludes

Empat bangunan semi permanen lapak pengumpul barang bekas di Jalan Musyawarah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ludes terbakar, Kamis (1/12/2022) pagi.

NEWS | 1 Desember 2022

Besok, Buruh Mulai Gelar Demo Tolak Kenaikan UMP DKI 2023

Partai Buruh dan organisasi serikat buruh akan menggelar aksi tolak UMP DKI di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat, (2/12/2022).

NEWS | 1 Desember 2022

Keadaan Sudah "Membaik", Masyarakat Jadi Enggan Vaksinasi Booster

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan angka vaksinasi booster di DKI baru mencapai 50%. Angka tersebut dinilai masih sedikit.

NEWS | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Resesi Global <em>Ga Ngaruh</em>, Chandra Asri Fokus Pasar Domestik

Resesi Global Ga Ngaruh, Chandra Asri Fokus Pasar Domestik

EKONOMI | 45 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE