Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

NATO Peringatkan, Rusia Melemah tetapi Masih Berbahaya

Minggu, 2 Oktober 2022 | 21:58 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Wakil Sekretaris Jenderal NATO Mircea Geoana berbicara kepada wartawan saat ia tiba untuk pertemuan informal para Menteri Luar Negeri NATO tentang konflik Ukraina di Berlin, Jerman, pada 15 Mei 2022.

Brussels, Beritasatu.com- Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperingatkan bahwa Rusia melemah tetapi masih berbahaya. Seperti dilaporkan Newsweek, Minggu (2/10/2022), pejabat senior NATO mengatakan Presiden Vladimir Putin dan Angkatan Bersenjata Rusia tidak boleh diremehkan meskipun telah gagal di Ukraina.

Wakil Sekretaris Jenderal NATO Mircea Geoana muncul oleh tautan video di Forum Keamanan Helsinki pada hari Jumat. Dia memberi tahu para peserta bahwa sekutu Union dan Uni Eropa menghadapi musim dingin yang sulit sebagai inflasi, biaya krisis hidup, dan energi yang dipergabungkan dengan energi.

Invasi Rusia telah mencapai "titik balik," kata Geoana, dengan pasukan Ukraina mengemudi ke depan di timur dan membuat kemajuan yang lebih lambat tetapi masih signifikan di front selatan.

"Perang Rusia menggarisbawahi betapa pentingnya pencegahan dan pertahanan yang kuat. Rusia melemah, tetapi masih berbahaya. Dan kita tidak bisa mengecewakan penjagaan. Kita tidak bisa menganggap itu tidak akan menyerang negara lain," katanya.

"Banyak yang berasumsi bahwa itu tidak akan meluncurkan invasi skala penuh dari Ukraina sejak awal. Mereka salah," ujarnya.

Geoana memuji Finlandia dan aksesi Swedia yang akan segera terjadi pada NATO, menyarankan penambahan mereka akan "mengubah lingkungan strategis wilayah" dan membuat semua sekutu lebih mampu menanggapi agresi Rusia.

Pernyataan Geoana ke HSF datang ketika NATO merilis pernyataan baru tentang dugaan sabotase dari jaringan pipa Nord Stream. Empat ledakan menyebabkan empat pelanggaran di jalur pipa Nord Stream 1 dan 2 di perairan internasional, dua di zona ekonomi eksklusif Denmark dan dua di Swedia.

Penyelidik Denmark, Swedia, dan Jerman berharap untuk mengakses situs ledakan dalam beberapa hari mendatang. Putin telah menyalahkan musuh Baratnya atas insiden itu. Pejabat NATO dan Uni Eropa telah menahan diri dari menyalahkan Moskwa secara langsung, meskipun telah mengindikasikan mereka mencurigai keterlibatan Rusia.

NATO menyatakan "keprihatinan mendalamnya semua informasi yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa ini adalah hasil dari tindakan sabotase yang disengaja, ceroboh, dan tidak bertanggung jawab.

“Kami kebocoran ini menyebabkan risiko pengiriman dan kerusakan lingkungan yang substansial. Kami mendukung penyelidikan yang sedang berlangsung Tentukan asal usul kerusakan. Setiap serangan yang disengaja terhadap infrastruktur kritis sekutu akan dipenuhi dengan respons yang bersatu dan bertekad,” ujarnya.

Pada Jumat, Geoana menggemakan pernyataan itu. Kebocoran menyebabkan risiko pengiriman dan kerusakan lingkungan yang substansial.

"Saya mendukung investigasi yang sedang berlangsung untuk menentukan asal usul kerusakan, dan sekutu telah bertukar informasi termasuk dengan Finlandia dan Swedia," katanya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI