Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Peretas Jual Data Nomor Ponsel PM Inggris dan Pejabat Tinggi

Senin, 3 Oktober 2022 | 01:38 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Ilustrasi peretas.

London, Beritasatu.com- Peretas menjual data rahasia nomor perdana menteri Inggris dan para pejabat tinggi lainnya. Seperti dilaporkan Mail on Sunday, Minggu (2/10/2022), situs web Amerika Serikat (AS) mencantumkan rincian kontak terbaru dari hampir semua menteri Inggris.

Nomor ponsel pribadi Perdana Menteri Liz Truss dan 25 menteri Kabinet Inggris dapat dengan mudah diperoleh di situs internet AS. Mail on Sunday telah mengungkapkan, situs itu menawarkan langganan ke database yang dapat dicari hanya dengan 6,49 pound sterling (US$7,25 atau Rp 110.960) seminggu.

Situs tersebut, yang namanya tidak disebutkan oleh surat kabar tersebut, mengklaim telah mencantumkan lebih dari 14 miliar file dengan data curian. Beberapa serangan siber terjadi lebih dari satu dekade, menurut outlet tersebut. Selain nomor telepon dari hampir seluruh Kabinet Inggris, situs internet tersebut dilaporkan menawarkan alamat email, kata sandi, dan informasi pribadi lainnya.

Sebelum menerbitkan artikel tersebut, Mail on Sunday memberi tahu pemerintah tentang pelanggaran keamanan tersebut. Pada hari Sabtu, para menteri membahas ancaman tersebut dengan penasihat keamanan nasional, menurut surat kabar itu.

“Pemerintah menyadari bahwa ada situs web yang mengumpulkan rincian dari pelanggaran data historis, oleh karena itu banyak data di situs web ini sudah tua dan tidak benar,” kata juru bicara Kantor Kabinet, seperti dikutip oleh outlet.

Mail on Sunday, bagaimanapun, mengklaim bahwa mereka telah memeriksa informasi di situs web dan dapat mengonfirmasi bahwa nomor telepon para menteri, termasuk salah satu dari perdana menteri, adalah yang terbaru.

Rincian pribadi oposisi pemerintah saat ini juga telah dikompromikan, tulis surat kabar itu, karena situs internet tersebut menampilkan nomor telepon pemimpin Partai Buruh Keir Starmer, serta tujuh frontbencher Partai Buruh.

Situs ini terdaftar di alamat di daerah yang kurang beruntung di Las Vegas. Seorang reporter Mail on Sunday mengunjunginya pada hari Jumat – hanya untuk menemukan kantor yang “berantakan”, yang digunakan sebagai alamat layanan untuk “ratusan perusahaan.” Resepsionis tidak dapat memberikan informasi apa pun kepada jurnalis tentang orang-orang di balik database.

Rincian pribadi anggota pemerintah Inggris dilaporkan telah menjadi sasaran peretas dalam beberapa kesempatan. Baru-baru ini April lalu, menurut The Telegraph, Kantor Luar Negeri meluncurkan penyelidikan mendesak tentang bagaimana data pribadi pegawai pemerintah berakhir di situs media sosial Rusia.

Tahun lalu, Kelompok Keamanan Pemerintah mengkritik para menteri karena menjadikan diri mereka sasaran empuk serangan siber. Kelompok keamanan menyarankan mereka untuk berhenti menggunakan WhatsApp dan email pribadi untuk tujuan bisnis.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI