Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

KPAI Minta Negara Hadir pada Anak Korban Tragedi Kanjuruhan

Senin, 3 Oktober 2022 | 07:57 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WBP
Para pendukung Tim Nasional Indonesia, Ultras Garuda, menggelar ‎doa bersama serta tabur bunga dan menyalakan lilin di Stadion GBK (Gelora Bung Karno), Jakarta, Minggu 2 Oktober 2022 malam. Mereka berduka cita atas terjadinya tragedi Kanjuruhan.

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya ratusan korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi Kanjuruhan usai laga pertandingan sepak bola Arema FC melawan Persebaya di Malang Sabtu (1/2/2022).

Retno mendorong negara yakni pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) untuk bertanggung jawab terhadap jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam tragedi di Malang. Bentuk tanggung jawab tak sekedar santunan, tetapi rehabilitasi psikis bagi korban, terutama anak-anak yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.

“Begitupun bagi anak-anak yang orang tuanya meninggal saat tragedi Kanjuruhan ini butuh dukungan negara, karena mereka mendadak jadi yatim atau bahkan yatim piatu, tulang punggung keluarganya ikut menjadi korban tewas dalam peristiwa ini," ucap Retno melalui keterangan pers tertulis, Senin (3/10/2022).

Retno juga mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyelidikan terhadap tragedi ini yang mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dan korban luka, termasuk anak-anak dengan membentuk tim penyelidik independen.

Selain itu, KPAI mendorong Kapolri untuk melakukan evaluasi secara tegas atas tragedi Kanjuruhan yang memakan korban jiwa baik dari masa suporter maupun kepolisian.

Retno mendorong pemerintah tetapkan Hari Berkabung Nasional Atas Tragedi Tewasnya Ratusan Suporter di Kanjuruhan, termasuk korban usia anak dan mengheningkan cipta serentak selama 3 menit.

Dikatakan Retno, berdasarkan data pada pukul 18.00 WIB, Minggu (2/10/2022) terdapat sekitar 180 korban meninggal. Diketahui, 17 di antaranya masih usia anak dan 7 anak lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI