Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Eksepsi Ditolak, Sidang Korupsi Rp 86,5 Triliun Surya Darmadi Dilanjutkan

Senin, 3 Oktober 2022 | 13:58 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / CAR
Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Surya Darmadi (tengah), usai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 8 September 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Eksepsi atau keberatan bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Oleh karena itu, sidang kasus dugaan korupsi terkait penyerobotan lahan dengan kerugian Rp 86,5 triliun yang menyeret Surya Darmadi tetap berlanjut.

“Menyatakan eksepsi atau keberatan tim penasehat hukum terdakwa Surya Darmadi tidak dapat diterima,” ujar Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri dalam persidangan di PN Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Fahzal menyatakan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap Surya Darmadi sudah memenuhi persyaratan formil dan materil. Hal itu sesuai dengan yang diatur dalam Pasal 143 ayat (2) huruf a dan b KUHAP.

“Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara atas nama terdakwa Surya Darmadi,” ujar Fahzal.

Dalam kasus ini, Apeng didakwa melakukan korupsi yang menyebabkan kerugian perekonomian negara sekitar Rp 73,9 triliun atau Rp 73.920.690.300.000. Korupsi terkait penyerobotan lahan untuk perkebunan sawit oleh perusahaan Apeng itu dilakukan bersama eks Bupati Indragiri Hulu Raja Thamsir Rachman.

Apeng disebut telah memperkaya dirinya sebesar Rp 7.593.068.204.327 dan US$ 7.885.857. Dia juga didakwa merugikan keuangan negara Rp 4.798.706.951.640,00 dan US$ 7.885.857,36. Total kerugian di kasus ini senilai Rp 86.547.386.723.891.

Apeng didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Apeng juga didakwa dengan Pasal 3 atau Pasal 4 UU 8/2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI