Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Usut Tragedi Kanjuruhan, Itsus dan Propam Periksa 18 Polisi

Senin, 3 Oktober 2022 | 14:20 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / CAR
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Inspektorat Khusus (Itsus) dan Divisi Propam Polri memeriksa 18 anggota Polri berkaitan dengan tragedi Kanjuruhan. Diketahui, tragedi Kanjuruhan terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).

“Selanjutnya tim dari pemeriksa Bareskrim untuk secara internal tim dari Itsus dan Propam sudah melakukan pemeriksaan dan ini dilanjutkan pemeriksaan, memeriksa anggota sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 orang,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Polres Malang, Jatim, Senin (3/10/2022).

Dedi mengatakan para polisi yang diperiksa tersebut, terlibat langsung dalam pengamanan. Selain itu, ada polisi yang bertanggung jawab atau sebagai operator memegang senjata pelontar.

“Anggota yang bertanggung jawab atau sebagai operator memegang senjata pelontar. Ini sedang dimintai keterangan dan sedang didalami oleh Itsus dan Propam. Kemudian juga saat ini mendalami masalah manajer pengamanan dari mulai perwira hingga pamen (perwira menengah) sedang didalami,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta Polri agar segera mengungkap pelaku yang harus bertanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan. Ratusan orang dilaporkan sudah menjadi korban dalam kerusuhan Kanjuruhan.

“Diminta kepada Polri agar dalam beberapa hari ke depan segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana,” kata Mahfud saat jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Mahfud mendesak Polri segera ungkap pelaku apabila telah memenuhi syarat agar secepatnya dapat ditindak. Tak lupa, Polri juga diminta melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan keamanan.

Selain itu, Mahfud juga meminta Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa untuk turut melakukan tindakan cepat sesuai aturan yang berlaku. Hal itu mengingat, beredar video yang memperlihatkan personel TNI melakukan tindakan berlebih di luar kewenangannya pada saat tragedi Kanjuruhan terjadi.

“Apakah video itu benar atau tidak? Panglima TNI akan segera meneliti dan mengumumkannya kepada kita semua,” tutur Mahfud.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI