Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Tragedi Kanjuruhan, 28 Polisi Diduga Langgar Kode Etik

Senin, 3 Oktober 2022 | 19:22 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / WM
Para pendukung Tim Nasional Indonesia, Ultras Garuda, menggelar ‎doa bersama serta tabur bunga dan menyalakan lilin di Stadion GBK (Gelora Bung Karno), Jakarta, Minggu 2 Oktober 2022 malam. Mereka berduka cita atas terjadinya tragedi Kanjuruhan.

Jakarta, Beritasatu.com - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang memeriksa 28 anggota Polri yang diduga melanggar kode etik. Hal itu imbas dari tragedi Kanjuruhan pascakericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

"Dari hasil pemeriksaan Irsus Irwasum Polri dan Biro Paminal juga melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik anggota Polri sebanyak 28 personel Polri. Ini pun masih dalam proses pemeriksaan," kata Dedi kepada wartawan di Polres Malang, Senin (3/10/2022).

Diketahui, sepak bola Indonesia kembali berduka setelah terjadinya kerusuhan di Stadion Kanjuruhan seusai tuan rumah Arema FC dikalahkan Persebaya 2-3 dalam lanjutan Liga 1, Sabtu (2/10/2022). Suasana malam Minggu yang seharusnya indah harus berakhir kelabu.

Berikut kronologi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang:

1. Pukul 21.58 WIB
Setelah pertandingan selesai, pemain dan ofisial Persebaya Surabaya dari lapangan masuk ke dalam kamar ganti pemain dan dilempari oleh aremania dari atas tribun dengan botol air mineral, air mineral gelas dan banyak benda lainnya.

2. Pukul 22.00 WIB
Saat pemain dan ofisial Pemain Arema FC dari lapangan berjalan masuk menuju kamar ganti pemain, suporter Arema (Aaremania) turun ke lapangan dan menyerang pemain dan ofisial Arema FC, oleh petugas keamanan dilindungi dan dibawa masuk ke dalam kamar ganti pemain.

Selanjutnya Aremania yg turun ke lapangan semakin banyak dan menyerang aparat keamanan, karena aremania semakin brutal dan terus menyerang aparat keamanan serta diperingatkan beberapa kali tidak dihiraukan, kemudian aparat keamanan
mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata ke arah suporter yang menyerang tersebut. Tembakan gas air mata juga ada yg kearah tribun.

Di sisi lain suporter Aremania di tribun masih banyak. Kemudian Aremania yg berada di tribun berlari membubarkan diri keluar stadion.

Kemudian pihak keamanan masuk ke dalam lobi dalam stadion kanjuruhan dan standby di lobi depan pintu VIP.

5. Pukul 22.30 WIB
Sesaat rombongan pemain dan ofisial Persebaya Surabaya dengan menggunakan kendaraan Rantis dan pengawalan akan bergerak meninggalkan Stadion Kanjuruhan. Aremania mengadang dengang meletakkan pagar besi pembatas di jalur sebelum pintu keluar Stadion kanjuruhan serta melempari kendaraan rombongan dengan paving, botol air mineral, batu, kayu dan banyak lainnya. Kemudian aremania juga merusak 2 unit Mobil Patwal Sat Lantas dan membakar 1 unit Truk Brimob dan 2 unit Mobil di pintu masuk depan Stadion Kanjuruhan.

Selanjutnya Aremania yang mengadang tersebut dibubarkan oleh aparat keamanan dengan menembakkan gas air mata. Rombongan tertahan karena jalan masih diadang oleh pagar besi pembatas pada jalur yang dilalui.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI