Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Puan: Indonesia Siap Dorong Negara G-20 Bergerak Nyata Atasi Krisis Pangan

Selasa, 4 Oktober 2022 | 02:25 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Puan Maharani.

Jakarta, Beritasatu.com - DPR akan menjadi tuan rumah perhelatan The 8th G-20 Parliamentary Speaker Summit (P-20) yang akan diselenggarakan pekan ini. Ketua DPR Puan Maharani menyatakan pihaknya akan mendorong negara-negara G-20 melakukan berbagai aksi nyata mengatasi krisis pangan dalam forum bergengsi itu.

“P-20 forum strategis untuk mendorong negara-negara G-20 untuk mengatasi ancaman krisis pangan dan energi,” kata Puan, Senin (3/10/2022).

DPR mengusung tema “Stronger Parliament for Sustainable Recovery” dalam P-20 yang sejalan dengan tema Presidensi G-20, yaitu “Recover Together, Recover Stronger”. Forum parlemen negara-negara G-20 itu akan digelar di gedung DPR, Jakarta, pada 6-7 Oktober 2022.

Puan mengatakan Indonesia sebagai Presidensi G-20 dapat memanfaatkan momen P-20 untuk membawa dampak positif terhadap isu-isu global. Termasuk, kata Puan, agar dunia mengantisipasi ancaman krisis pangan dampak konflik Rusia-Ukraina.

“Indonesia tidak bisa diam saja terhadap adanya berbagai konflik global. Lewat P-20 yang sejalan dengan KTT G-20, kita harus berperan sebagai jembatan atau mediator untuk menyelesaikannya. Krisis pangan juga termasuk di dalamnya,” ungkapnya.

Puan mengatakan parlemen-parlemen negara dunia harus bersatu untuk memperjuangkan persoalan ketahanan pangan dan energi. Sebab, persoalan pangan dan energi menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Kita hidup di bumi yang sama, oleh karena itu kita perlu mengedepankan kerja bersama, kolaborasi, gotong royong membangun dunia yang lebih baik untuk semua,” tegas Puan.

Mantan Menko PMK itu menilai, negara-negara dunia harus menunjukkan langkah nyata dalam menghadapi ancaman krisis pangan dunia. Jika tidak diantisipasi, menurut Puan, krisis pangan dunia akan berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat.

“Ini persoalan kemanusiaan yang perlu terus disuarakan dan diperjuangkan bersama-sama, secara bergotong royong. Parlemen dunia harus memiliki suara yang sama dalam persoalan krisis pangan dan energi agar pasokan pangan dan energi dunia terjamin dan terpenuhi,” ujarnya.

Puan pun menyoroti tingginya harga bahan pokok yang disebabkan makin langkanya komoditas pangan. Masalah ini sudah menjadi kekhawatiwan banyak negara.

Puan menegaskan Indonesia melalui Presidensi G-20 memiliki kesempatan untuk menyatukan negara-negara dunia dalam menghadapi ancaman krisis pangan. P-20 sebagai forum komunikasi para ketua parlemen 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia, memiliki peran strategis dalam memengaruhi kebijakan negara masing-masing.

“Forum P-20 sangat penting sebagai upaya untuk bersama-sama menyatukan atau menyatakan komitmen agar dunia bisa menjadi lebih baik lagi, lebih pulih lagi, lebih kuat dan maju lagi demi kemanusiaan dan manusia di bumi ini,” tutur Puan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI