Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Tegaskan Liga 1 sampai Liga 3 Dihentikan Sementara

Rabu, 5 Oktober 2022 | 09:30 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / CAR
Mahfud MD.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD menegaskan semua kompetisi di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dihentikan sementara. Hal itu sebagai buntut dari tragedi kerusuhan usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Demikian disampaikan Mahfud usai rapat perdana yang digelar TGIPF, Selasa (4/10/2022). “TGIPF juga menekankan dan disetujui oleh Menpora bahwa semua kegiatan yang berpayung PSSI terutama Liga 1, 2, dan 3 supaya dihentikan sampai Presiden (Joko Widodo) menyatakan bisa dinormalisasi,” ujar Mahfud di akun Youtube Kemenko Polhukam, dikutip Rabu (5/10/2022).

Mahfud menerangkan TGIPF ke depan bakal menyampaikan rekomendasi terkait bentuk normalisasi yang akan dilakukan. Dia berharap tim yang dipimpin kali ini bisa menyampaikan hasil kerjanya ke Jokowi dalam waktu tiga minggu. “Mudah-mudahan bisa lebih cepat dari itu,” tutur Mahfud.

Mahfud mengatakan dalam rapat perdana TGIPF semua peserta sepakat untuk segera bekerja dan mencari akar persoalan dalam sepak bola nasional. Tak kalah penting, TGIPF juga bakal secepatnya menyampaikan rekomendasi dari hasil kerjanya.

“Ini penting, karena apa? Peristiwa tentang kerusuhan pertandingan sepak bola selalu terjadi dan selalu dibentuk tim, tetapi tidak pernah berubah, sehingga akar masalahnya harus dikemukakan oleh tim ini,” ujar Mahfud.

Diberitakan, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan sebanyak 131 orang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan pascakericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

“Ya (131 orang). Setelah semalam dilakukan coklit (pencocokan dan pelatihan) bersama Kadinkes, Tim DVI, dan direktur rumah sakit,” kata Dedi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/10/2022).

Dedi mengatakan penambahan itu berasal dari data orang yang meninggal di nonfasilitas kesehatan (faskes). Sebab, sebelumnya tim hanya mendata korban yang di bawa ke rumah sakit.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI