Logo BeritaSatu

Obat Batuk Sirup Buatan India Tewaskan 66 Orang di Gambia

Kamis, 6 Oktober 2022 | 09:19 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Banjul, Beritasatu.com- Obat batuk sirup buatan India dikaitkan dengan 66 kasus kematian di Gambia. Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (5/10/2022), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan produk medis yang meminta regulator untuk menghapus barang-barang Maiden Pharma dari pasar.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada wartawan bahwa badan PBB sedang melakukan penyelidikan bersama dengan regulator India dan pembuat obat, Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi.

Maiden Pharma menolak mengomentari peringatan tersebut, sementara panggilan telepon dan pesan Reuters ke Drugs Controller General of India tidak dijawab. Kementerian Kesehatan Gambia dan India juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

WHO juga mengeluarkan peringatan produk medis yang meminta regulator untuk menghapus barang-barang Maiden Pharma dari pasar.

"Produk tersebut mungkin telah didistribusikan di tempat lain melalui pasar informal, tetapi sejauh ini hanya diidentifikasi di Gambia," kata WHO dalam peringatannya.

Peringatan tersebut mencakup empat produk – Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup.

“Analisis laboratorium mengkonfirmasi jumlah dietilen glikol dan etilen glikol yang tidak dapat diterima, yang dapat menjadi racun saat dikonsumsi,” kata WHO.

Pemerintah Gambia mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya juga telah menyelidiki kematian tersebut, karena lonjakan kasus cedera ginjal akut di antara anak-anak di bawah usia lima tahun terdeteksi pada akhir Juli.

Petugas medis di Gambia membunyikan alarm pada bulan Juli, setelah beberapa anak mulai jatuh sakit dengan masalah ginjal tiga sampai lima hari setelah meminum sirup parasetamol yang dijual secara lokal.

“Pada Agustus, 28 orang telah meninggal, tetapi otoritas kesehatan mengatakan jumlah korban kemungkinan akan meningkat. Sekarang 66 orang meninggal,” kata WHO pada hari Rabu.

Kematian itu telah mengguncang negara kecil di Afrika Barat itu, yang sudah menghadapi berbagai keadaan darurat kesehatan termasuk campak dan malaria.

Menurut situs internet, Maiden Pharmaceuticals memproduksi obat-obatan di fasilitasnya di India, yang kemudian dijual di dalam negeri, serta mengekspornya ke negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Saksi Ungkap Isyarat Hendra Kurniawan Usai Temui Ferdy Sambo

Mantan staf pribadi Ferdy Sambo, Muhammad Rafli mengungkap isyarat Hendra Kurniawan usai bertemu Ferdy Sambo di ruang Kadiv Propam Polri pada malam hari.

NEWS | 8 Desember 2022

Korban Tragedi Kanjuruhan Buat Pengaduan Masyarakat di Bareskrim

Keluarga dan korban tragedi Kanjuruhan, Malang, membuat pengaduan masyarakat (dumas) di Bareskrim Polri. 

NEWS | 8 Desember 2022

Bulan Maret Panen Raya, DPR Minta Bulog Serap Beras Petani Sebanyak-banyaknya

Bulog diminta untuk segera menyiapkan diri saat panen raya akan berlangsung pada bulan Maret mendatang, sehingga Kementan tidak perlu impor beras.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Gempa Sukabumi, Sejumlah Rumah di 3 Desa Alami Kerusakan

Gempa Sukabumi: Sejumlah rumah rusak di tiga desa, yaitu Cibunar, Balekambang, dan Girijaya dengan kategori kerusakan sedang dan ringan.

NEWS | 8 Desember 2022

Menkes Ingatkan Masyarakat Pentingnya Menjaga Kualitas Udara

Menkes mengingatkan bahwa isu polusi udara merupakan permasalahan seluruh masyarakat karena dapat berpengaruh terhadap penyakit pernapasan.

NEWS | 8 Desember 2022

Belajar Dari Pengalaman, Fraksi PKS Wanti-wanti Beras Impor Bisa Membusuk

Bulog sebaiknya fokus melakukan penyerapan dibanding bersuara melakukan impor beras di saat petani akan melakukan panen raya.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Relatif Normal Meski Keluarkan Asap

Aktivitas Gunung Anak Krakatau didominasi kegempaan didominasi vulkanik dan tektonik serta tremor menerus serta sesekali keluar hembusan.

NEWS | 8 Desember 2022

Ikuti China, Hong Kong Longgarkan Karantina dan Tes Covid-19

Pemerintah Hong Kong mengatakan pada Kamis (8/12/2022), bakal melonggarkan kebijakan Covid-19 dengan melonggarkan karantina dan tes cepat.

NEWS | 8 Desember 2022

DPR Pertanyakan Serapan Beras Bulog

Persediaan beras nasional mencapai 8.727.752 ton, stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BNPT Duga Pelaku Bom Polsek Astana Anyar Tak Bekerja Sendiri

BNPT menduga pelaku bom Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, tidak bekerja sendiri saat melancarkan aksi teror tersebut.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Saksi Ungkap Isyarat Hendra Kurniawan Usai Temui Ferdy Sambo

Saksi Ungkap Isyarat Hendra Kurniawan Usai Temui Ferdy Sambo

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE