Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

KSP Dorong Percepatan Pengadaan Lahan Jalan Pantai Selatan

Kamis, 6 Oktober 2022 | 10:16 WIB
Oleh : Lennny Tristia Tambun / WM
Ilustrasi jalur pantai selatan Jawa (pansela).

Jakarta, Beritasatu.com - Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong percepatan pengadaan lahan untuk pembangunan Jalan Pantai Selatan (Pansela) sebagai salah satu program strategis nasional untuk peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Jawa Timur.

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta mengatakan penyelesaian pembangunan jalan Pansela memang mengalami kendala karena sebagai lahan jalan beririsan dengan kawasan hutan.

Sementara itu, lanjutnya, penerbitan revisi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) masih tersendat karena belum terpenuhinya kewajiban Pemerintah Kabupaten dalam penetapan tata batas, rehabilitasi (Daerah Aliran Sungai) DAS, dan lahan kompensasi.

“KSP telah membantu debottlenecking permasalahan ini melalui koordinasi dengan pihak Kementerian PUPR, KLHK dan instansi terkait lainnya. Bolanya sekarang ada di Pemda untuk penggunaan kawasan hutan dan pembebasan tanah,” kata Febry Calvin Tetelepta, Kamis (6/10/2022).

Menurut Febry, percepatan mutlak harus dilakukan karena KLHK sudah siap memproses perizinan PPKH dengan cepat. Ia menargetkan paling tidak Oktober dan November 2022 ini urusan administrasi tuntas.

Jalan Pansela terbentang dari perbatasan provinsi Jatim dan Jateng di Kabupaten Pacitan hingga Banyuwangi, yang melewati sejumlah kabupaten lain yakni Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, dan Jember.

Jalan nasional yang ditargetkan sepanjang 627,57 kilometer ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian sekaligus membuka akses pariwisata di kawasan pesisir pantai selatan Pulau Jawa.

“Jalan Pansela ini menjadi alternatif Jalan Pantai Utara (Pantura) yang mempermudah distribusi logistik dari ujung Jawa ke ujung Jawa lainnya. Namun, kawasan hutan di Pulau Jawa sudah kritis. Sehingga kalau sebagian kawasan hutan akan dijadikan jalan, maka harus ada pertanggungjawaban dan kompensasi terhadap konservasi lingkungan,” terang Febry Calvin Tetelepta.

Saat ini pengerjaan fisik jalan Pansela sudah 53,80% rampung, yakni mencapai 337,66 kilometer. Sedangkan sepanjang 52,97 kilometer sisanya sedang dalam proses konstruksi.

Hingga akhir 2023, pengerjaan konstruksi Pansela ditargetkan selesai 62,24% atau sepanjang 390,74 kilometer.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI