Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Putin Perintahkan Badan Nuklir Rusia Ambil Alih PLTN Zaporizhzhia

Kamis, 6 Oktober 2022 | 10:28 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Seorang prajurit berjaga di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia selama konflik Ukraina-Rusia di luar kota Enerhodar yang dikuasai Rusia di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, 4 Agustus 2022.

London, Beritasatu.com - Presiden Vladimir Putin memerintahkan badan nuklir Rusia pada hari Rabu (5/10/2022) untuk mengambil alih pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN Zaporizhzhia Ukraina, yang terbesar di Eropa.

Namun aksi itu mendapat tentangan, karena bos badan energi negara Ukraina mengumumkan mengambil alih pabrik, yang telah menjadi fokus perhatian internasional karena kemungkinan bencana nuklir bisa terjadi setelah penembakan di daerah itu di mana Moskwa dan Kyiv saling menyalahkan.

Rusia merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia (ZNPP) pada bulan Maret tak lama setelah menyerang Ukraina, tetapi staf Ukraina terus mengoperasikannya.

Pabrik tersebut terletak di wilayah Ukraina selatan yang juga disebut Zaporizhzhia, salah satu dari empat wilayah yang secara resmi dimasukkan oleh Presiden Vladimir Putin ke Rusia pada hari Rabu dalam sebuah langkah yang dikutuk oleh Kyiv sebagai perampasan tanah secara ilegal.

"Pabrik nuklir Zaporizhzhia sekarang berada di wilayah Federasi Rusia dan, oleh karena itu, harus dioperasikan di bawah pengawasan badan-badan terkait kami," kata Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Vershinin seperti dikutip kantor berita RIA.

Putin kemudian menandatangani dekrit yang menyebut ZNPP sebagai "properti federal".

Operator tenaga nuklir Rusia Rosenergoatom mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya akan melakukan penilaian tentang bagaimana memperbaiki kerusakan dan memindahkan semua karyawan Ukraina yang ada ke organisasi baru milik Rusia.

"Organisasi operasi baru dirancang untuk memastikan operasi yang aman dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan kegiatan profesional personel pembangkit yang ada," katanya.

Kepala perusahaan energi nuklir negara Ukraina mengatakan dia mengambil alih ZNPP dan mendesak para pekerja di sana untuk tidak menandatangani dokumen apa pun dengan penjajah Rusia.

"Semua keputusan lebih lanjut mengenai pengoperasian stasiun akan dibuat langsung di kantor pusat Energoatom," kata Petro Kotin dalam sebuah video.

"Kami akan terus bekerja di bawah hukum Ukraina, di dalam sistem energi Ukraina, di dalam Energoatom," kata Kotin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: CNA/Reuters


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI