Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Glow di Kebun Raya Bogor Dapat Beroperasi, Ini Syarat dari Bima Arya

Senin, 10 Oktober 2022 | 20:59 WIB
Oleh : Vento Saudale / BW
Suasana uji coba wisata malam Glow di Kebun Raya Bogor, Kamis, 30 September 2021.

Bogor, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor Bima Arya memberi dua syarat kepada PT Mitra Natura Raya (MNR) sebagai pengelola Kebun Raya Bogor (KRB) dalam operasional wisata lampu glow. Pertama harus menyelesaikan riset dan kedua komunikasi dengan budayawan karena sampai hari ini masih ada penolakan dari budayawan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana mengevaluasi keberadaan PT MNR sebagai pengelola Kebun Raya Bogor dalam hal pariwisata. Bima pun berang setelah menerima surat balasan dari PT MNR menyebut Pemkot Bogor tidak bisa melakukan intervensi dan harus melapor ke Presiden Joko Widodo terkait keberatan operasional glow.

"Kemarin audiensi dan pihak MNR menyampaikan permohonan maaf dan mereka berjanji akan mengevaluasi semuanya. Terpenting mereka (PT MNR) akan ikut kebijakan pemkot," kata Bima Arya, Senin (10/10/2022).

Ia memastikan, Pemkot Bogor tidak alergi terkait inovasi PT MNR dengan pertunjukan lampu bertajuk glow di KRB. Hanya saja, Bima menilai KRB merupakan salah satu ikon Kota Bogor dan merupakan cagar budaya berusia 2 abad dan tentunya perlu dilindungi.

Bima menyebut, PT MNR perlu arif menyikapinya dan saat ini pertujukan glow itu tidak bisa dilakukan sifatnya sementara hingga syaratnya bisa terpenuhi.

Ia berpandangan, sampai saat ini wisata glow bisa dilanjutkan kecuali dua hal terpenuhi. Satu bisa menjawab pertanyaan tentang riset atau dampak glow secara ilmiah. Kedua bisa menjawab apa yang dipertanyakan budayawan, terkait muruah KRB sebagai cagar budaya.

"Selama dua hal itu tidak bisa diselesaikan maka glow tidak akan bisa jalan," tegas Bima.

Pada awal September 2020, Forkopimda melakukan dengar pendapat terkait aktivitas glow di KRB dan hasilnya PT MNR selaku pengelola bidang wisata untuk menghentikan sementara aktivitas glow.

Bima menyebut penghentian aktivitas wisata cahaya malam itu bukan tanpa alasan, hal pertama belum adanya hasil riset yang akurat terkait dampak negatif terhadap koleksi habitat flora dan fauna di KRB.

Setelah dilakukan penelitian, sifatnya tunggal hanya dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang notabene lembaga tersebut juga pengelola KRB. Di sisi lain, Bima Arya ingin riset dampak aktivitas glow itu dilakukan oleh lembaga independen atau pihak ketiga dalam hal ini IPB dengan alasan hasil riset itu sahih.

Dikatakan, aktivitas glow juga menjadi polemik di kalangan budayawan karena KRB yang sudah berusia 2 abad itu masuk dalam cagar budaya yang perlu dilindungi dan dijauhkan dari komersialisasi berlebihan.

Mengetahui hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mengirim surat kepada PT Mitra Natura Raya karena situasinya berlarut dan tidak kondusif.

Dalam surat tersebut, Bima menyebut pemkot sudah berupaya untuk memfasilitasi ada beberapa masukan dan meminta MRN untuk membangun komunikasi dengan IPB, dengan budayawan.

Hanya saja, PT MNR menafsir hal itu sebagai intervensi berlebihan dan Pemkot dianggap tidak bisa melakukan kebijakan penghentian glow dan diminta melaporkan hal itu ke Presiden lantaran KRB berada di bawah pengawasan pemerintah pusat.

"Menurut saya mereka (MNR) tidak paham aja tentang aturan dan undang-undang kewenangan. Saya tegur keras lah. Saya nyatakan itu cara pandang yang keliru. Jadi kalau cara pandang seperti itu, kita tidak bisa jalan sama-sama di Bogor," tandas Bima Arya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI