Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Amunisi Tentara Jerman Cuma Cukup Buat Dua Hari Perang

Senin, 10 Oktober 2022 | 22:53 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Seorang tentara Jerman mempersiapkan peluru saat latihan militer di Grafenwoehr, Jerman selatan, Juli 2022.

Berlin, Beritasatu.com- Tentara Jerman hanya memiliki amunisi untuk dua hari perang. Seperti dilaporkan RT, Minggu (9/10/2022), masalah tersebut telah diketahui "selama bertahun-tahun" tetapi diperparah oleh perang Ukraina.

“Angkatan Darat Jerman (Bundeswehr) memiliki amunisi yang cukup hanya untuk satu atau dua hari perang,” bunyi laporan situs berita Business Insider (BI) edisi Jerman pada hari Sabtu, mengutip sumber-sumber industri pertahanan dan parlemen.

Menurut BI, Berlin secara signifikan tertinggal dari persyaratan NATO untuk mempertahankan stok setidaknya selama 30 hari pertempuran. Dikatakan, masalah krisis amunisi itu telah diketahui selama bertahun-tahun, karena latihan militer mengalami kekurangan persediaan.

Persediaan amunisi tentara Jerman semakin menipis bersama dengan banyak negara Barat lainnya, mulai mengirim senjata dan amunisi ke Ukraina setelah Rusia meluncurkan operasi militernya di negara tetangga pada Februari.

Menurut pemerintah Jerman, pengiriman itu termasuk 53.000 peluru untuk senjata antipesawat self-propelled, 21,8 juta peluru untuk senjata api, dan 50 rudal penghancur bunker.

“Situasi dengan kekurangan tersebut “tidak akan membaik jika amunisi dihapus dari persediaan Bundeswehr, sementara pesanan terkait tidak ditempatkan pada industri pertahanan pada saat yang sama,” kata Hans Christoph Atzpodien, CEO Asosiasi Industri Keamanan dan Pertahanan Jerman (BDSV), kepada BI.

Sumber outlet menyatakan bahwa "tidak ada pesanan signifikan" bagi perusahaan pertahanan untuk memproduksi lebih banyak persenjataan.

Eva Hoegl, komisaris pertahanan parlemen Jerman, mengatakan kepada BI bahwa tambahan 20 miliar euro (US$ 19,5 miliar atau Rp 299 triliun) diperlukan untuk mengisi kembali stok.

Jerman mengumumkan pembentukan dana 100 miliar euro (US$ 97,4 miliar atau Rp 1.494 triliun) pada bulan Februari untuk memperkuat Bundeswehr sehubungan dengan perang Ukraina.

Menteri Pertahanan Christine Lambrecht melakukan perjalanan ke kota pelabuhan selatan Ukraina, Odessa, awal bulan ini. Setelah perjalanan, dia mengumumkan bahwa Berlin akan terus mendukung Kyiv selama diperlukan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI