Logo BeritaSatu

Berkas Lengkap, Penyuap Bupati Pemalang Mukti Agung Segera Disidang

Selasa, 11 Oktober 2022 | 07:41 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkas perkara empat tersangka penyuap Bupati Pemalang (nonaktif), Mukti Agung Wibowo telah lengkap. Mereka segera diadili dalam perkara dugaan suap jual beli jabatan pada Pemkab Pemalang.

"Pada Senin (10/10/2020) dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti untuk tersangka SM (Slamet Masduki/Pj Sekda Pemalang) dan kawan-kawan, dari tim penyidik ke tim jaksa karena pemberkasan perkaranya telah dinyatakan lengkap," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/10/2022).

Advertisement

Berkas perkara untuk tiga tersangka pemberi suap lainnya juga dinyatakan lengkap. Mereka yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sugiyanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Yanuarius Nitbani, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Mohammad Saleh.

Mereka semua ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur untuk 20 hari ke depan mulai 10 Oktober 2022 sampai 29 Oktober 2022. Penahanan mereka kini menjadi kewenangan jaksa.

"Pelimpahan berkas perkara bersamaan dengan surat dakwaan ke Pengadilan Tipikor oleh tim jaksa dipastikan dalam waktu 14 hari kerja," tutur Ali.

KPK menetapkan Mukti Agung sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait jual beli jabatan pada lingkungan Pemkab Pemalang. Tersangka lainnya yakni Komisaris PD Aneka Usaha Adi Jumal Widodo, Pj Sekda Slamet Masduki, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sugiyanto, Kadis Kominfo Yanuarius Nitbani, serta Kadis PU Mohammad Saleh.

Mukti Agung serta Adi Jumal selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sementara Sugiyanto, Yanuarius, Mohammad Saleh, dan Slamet Masduki selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tunjuk Putrinya Jadi Penasihat Ekonomi, Anwar Ibrahim Dapat Kritikan

PM Malaysia Anwar Ibrahim mendapat kritikan setelah ia menunjuk putrinya sebagai penasihat ekonomi dan keuangan.

NEWS | 1 Februari 2023

Waspada Penculikan Anak, Sekolah Maksimalkan Grup WhatsApp

Maraknya isu penculikan anak selama beberapa pekan terakhir, membuat orang tua dan guru meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekolah.

NEWS | 1 Februari 2023

Erick Thohir Jadi Ketua Panitia Satu Abad NU, Gus Yahya: Ada Pragmatisme

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjelaskan alasan Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Ketua Pengarah Satu Abad NU atau Nahdlatul Ulama.

NEWS | 1 Februari 2023

Ganjar Luncurkan Program Beras Fortifikasi untuk Tekan Angka Stunting

Untuk mengoptimalkan percepatan penurunan jumlah warga miskin ekstrem di Jawa Tengah, Ganjar juga menggandeng perguruan tinggi untuk terlibat

NEWS | 1 Februari 2023

Pakai ChatGPT untuk Buat Makalah Dianggap Plagiarisme, Bisa Di-DO

Aditya Batara Gunawan, dosen ilmu politik Universitas Bakrie, mengatakan etika akademik melarang plagiarisme. "Salah boleh tetapi bohong tidak boleh".

NEWS | 1 Februari 2023

Gus Yahya Tegaskan NU Tak Boleh Jadi Senjata Politik

"NU sudah menjadi identitas kelompok sekarang. Enggak boleh dieksploitasi sebagai senjata politik, itu salah," ujar Gus Yahya.

NEWS | 1 Februari 2023

IDAI Sebut Kasus Diabetes Anak Naik Drastis Sejak 2010

Berdasarkan kategori jenis kelamin, anak perempuan memiliki risiko terkena diabetes melitus yang lebih tinggi ketimbang anak laki-laki

NEWS | 1 Februari 2023

Indeks Literasi Digital 2022 Naik, Tertinggi Yogyakarta dan Kalbar

Status literasi digital di Indonesia pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 3,54 dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,49.

NEWS | 1 Februari 2023

Pasien Omicron Kraken di Tangsel Sudah Vaksinasi Booster

Temuan kasus konfirmasi Subvarian Omicron XBB.1.5 atau Kraken di Tangsel dialami seorang warga yang sudah menenerima vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster.

NEWS | 1 Februari 2023

SILO Tingkatkan Layanan Spesialisasi Transplantasi Ginjal

PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) mengembangkan industri kesehatan dengan memberikan layanan spesialisasi kesehatan, seperti transplantasi ginjal.

NEWS | 1 Februari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Waspada Penculikan Anak, Sekolah Maksimalkan Grup WhatsApp

Waspada Penculikan Anak, Sekolah Maksimalkan Grup WhatsApp

NEWS | 1 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE