Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

20 Korban dan Saksi Kanjuruhan Ajukan Perlindungan ke LPSK

Kamis, 13 Oktober 2022 | 14:45 WIB
Oleh : Maria Gabrielle / FMB
Suasana di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis 13 Oktober 2022. 

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah menerima 20 permohonan perlindungan dari saksi dan korban tragedi Kanjuruhan. Permohonan didapatkan dari hasil kunjungan tim LPSK di lapangan.

Data ini diungkapkan oleh Wakil Ketua LPSK, Maneger Nasution dalam jumpa pers virtual, Kamis (13/10/2022). Beliau juga mengatakan bahwa dari 20 orang yang mengajukan permohonan, tiga di antaranya masih berstatus pelajar.

"Dari 20 permohonan itu, 14 di antaranya adalah laki-laki dan enam perempuan. Dari segi usia sebetulnya dari 20 ini ada 3 pelajar, jadi masih anak-anak," ujar Wakil Ketua LPSK, Maneger Nasution.

Berdasarkan data yang diperlihatkan LPSK, mereka yang meminta perlindungan menyandang status sebagai pelajar, mahasiswa, karyawan swasta dan relawan medis.

Maneger Nasution juga menuturkan sudah ada dua orang yang menjalani proses BAP (Berita Acara Perkara) sebagai saksi. "Dari 20 ini yang sudah di BAP sebagai saksi itu ada dua. Ini kira-kira gambaran tentang pemohon yang sudah mengajukan permohonan ke LPSK untuk dijadikan terlindung," jelasnya.

Selain itu, pihak LPSK juga memaparkan hasil pengamatan dan temuan tim berkaitan dengan situasi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Salah satunya mengenai jumlah CCTV.

"LPSK Menemukan ada 32 CCTV di 32 titik yang semuanya dalam pantauan LPSK memang relatif berfungsi. Kalau ada pertanyaan soal kapasitas stadionnya, sebetulnya dari temuan LPSK itu bisa memuat 38.054 orang penonton," kata Maneger Nasution.

Sampai saat ini diketahui jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan mencapai 132 orang. Sedangkan 574 orang lainnya mengalami luka-luka.

Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo menambahkan bahwa pihaknya masih berada di Malang, Jawa Timur. Proses investigasi dan asesmen pada saksi dan korban masih terus dilakukan.

Sementara itu, dalam tragedi ini Polri telah menetapkan enam orang tersangka. Mereka adalah Direktur Utama LIB Ahmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang Abdul Haris dan Security Officer Steward Suko Sutrisno.

Lalu, tiga lainnya dari personel Polri, yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI